Top Gainers IHSG Januari 2022 Banyak Diisi Emiten Baru, Investor Perlu Waspada



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Di tengah kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang hanya sebesar 0,75% pada Januari 2022, ada sejumlah saham yang menorehkan peningkatan harga sangat signifikan. Sepuluh saham teratas yang menjadi gainers IHSG mencatatkan kenaikan harga antara 74,77%-1.170%.

Secara rinci, sepuluh saham tersebut adalah:

  1. PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR) dengan peningkatan 1.170%,
  2. PT Perdana Bangun Pusaka Tbk (KONI) 335,35%,
  3. PT AirAsia Indonesia Tbk (CMPP) 163,95%,
  4. PT Bintang Samudra Mandiri Lines Tbk (BSML) 154,64%,
  5. PT Hotel Sahid Jaya Tbk (SHID) 111,54%,
  6. PT Wahana Inti Makmur Tbk (NASI) 100%,
  7. PT Net Visi Media Tbk (NETV) 95,08%,
  8. PT Mitra Angkasa Sejahtera Tbk (BAUT) 82%,
  9. PT Golden Eagle Energy Tbk (SMMT) 79,21%, dan
  10. PT RMK Energy Tbk (RMKE) 74,77%.
Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia Abdul Azis Setyo Wibowo mengatakan, kenaikan harga yang terjadi pada beberapa saham di atas disebabkan faktor market maker saja. Terlebih lagi, ada lima saham yang baru tercatat di Bursa Efek Indonesia pada Desember 2021 dan Januari 2022, yaitu ADMR, NETV, BAUT, NASI, dan RMKE.


Baca Juga: Rekomendasi Saham dan Proyeksi IHSG Hari Ini

"Saham saham yang baru listing seperti ini secara fundamental maupun teknikal belum dapat diketahui bagaimana arahnya," kata Azis kepada Kontan.co.id, Rabu (2/2). Dengan kata lain, kenaikan yang terjadi pada saham-saham tersebut lebih didorong oleh spekulasi pelaku pasar.

Untuk ke depannya, Azis mengimbau pelaku pasar untuk mewaspadai pergerakan saham-saham tersebut. Dengan kenaikan harga yang sudah tinggi, maka ada kemungkinan saham-saham ini akan terkoreksi.

Sebagai contoh, CMPP tercatat turun 5,73% pada Rabu (2/2) dan SMTT sudah terkoreksi lebih dari 20% dalam beberapa hari terakhir. Saham distributor alat fotografi KONI juga masih terkena suspensi dalam rangka cooling down akibat kenaikan harga yang signifikan.

Baca Juga: Saham Batubara Belum Kembali Bertenaga

Azis pun menyarankan investor yang ingin membeli saham-saham tersebut untuk wait and see terlebih dahulu. "Sampai harganya kembali ke support atau kembali ke normalnya karena saham-saham seperti ini cenderung memiliki valuasi yang mahal," ucap Azis.

Sementara itu, Analis Mirae Asset Sekuritas Muhammad Nafan Aji Gusta menilai, saham-saham tersebut bisa saja kembali mencatatkan kenaikan harga. Akan tetapi, karena tergolong saham lapis kedua dan lapis ketiga, maka saham-saham tersebut kurang likuid serta tidak masuk dalam coverage Mirae Asset Sekuritas.

Oleh sebab itu, secara umum, pelaku pasar dapat mencermati berbagai sentimen yang dapat menjadi pendorong kenaikan harganya. "Misalnya, aksi korporasi emiten, pembagian dividen, optimisme emiten di tahun 2022, proyeksi penjualan, dan rilis laporan keuangan 2021," tutur Nafan.

Secara sektoral, saham-saham pertambangan batubara dinilai menjadi yang paling menarik saat ini. Alhasil, siklus harga komoditas global dan pengaruhnya ke kinerja perusahaan juga dapat menjadi sentimen yang dicermati pelaku pasar.

Baca Juga: Harga Komoditas Energi Naik, Simak Rekomendasi Saham Emiten Terkait dari Analis

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Wahyu T.Rahmawati