Topan Bavi Ancam Jepang, Taiwan Siaga Tinggi dan Ratusan Penerbangan Dibatalkan



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Topan Bavi yang berkekuatan besar bergerak menuju gugusan Kepulauan Sakishima di barat daya Jepang pada Jumat (10/7/2026), memicu peringatan siaga tinggi dari pemerintah setempat.

Otoritas memperingatkan potensi angin kencang, hujan lebat, banjir, hingga tanah longsor yang diperkirakan menjadi salah satu badai paling merusak di kawasan tersebut dalam beberapa tahun terakhir.

Badan meteorologi Jepang memperkirakan Topan Bavi akan melintas sangat dekat dengan Kepulauan Sakishima, yang berada di Prefektur Okinawa dekat Taiwan, pada Sabtu (11/7) pagi waktu setempat. Topan ini membawa kecepatan angin maksimum hingga 162 kilometer per jam.


Baca Juga: Topan Bavi Ancam Kepulauan Barat Daya Jepang, Puluhan Penerbangan Dibatalkan

Menjelang kedatangan badai, warga di Pulau Ishigaki memperkuat rumah dan toko dengan menutup jendela menggunakan papan serta memasang jaring penahan angin.

Mereka juga memborong kebutuhan pokok untuk mengantisipasi kemungkinan terisolasi akibat cuaca ekstrem.

Maskapai penerbangan turut membatalkan ratusan penerbangan. Japan Airlines membatalkan lebih dari 100 penerbangan pada Jumat dan Sabtu yang berdampak pada hampir 20.000 penumpang. 

Sementara itu, All Nippon Airways (ANA) membatalkan lebih dari 160 penerbangan hingga Minggu, sehingga sekitar 20.000 penumpang lainnya juga terdampak.

Selain mengganggu transportasi udara, topan tersebut menyebabkan sekitar 900 bangunan di Prefektur Okinawa mengalami pemadaman listrik.

Aktivitas masyarakat di Pulau Ishigaki juga mulai lumpuh. Sejumlah pantai, taman pesisir, serta terminal feri ditutup, sementara rak-rak mi instan di sejumlah supermarket kosong akibat tingginya permintaan warga yang bersiap menghadapi badai.

Baca Juga: Topan Bavi Ancam Taiwan dan China, Berpotensi Jadi Badai Terbesar dalam 40 Tahun

"Saya mendengar topan kali ini akan sangat besar. Saya sedikit khawatir apakah persiapan kami sudah cukup," ujar Hiroshi Nomura, pemilik usaha penyewaan sepeda di Ishigaki.

Seorang wisatawan asal Prefektur Ibaraki, Kazuo Akaishi, juga terpaksa memperpanjang masa tinggalnya di Ishigaki setelah seluruh layanan feri menuju pulau-pulau sekitar dibatalkan.

Sementara itu, Taiwan juga meningkatkan kewaspadaan meski Topan Bavi diperkirakan tidak akan mendarat di wilayah tersebut. 

Pemerintah menutup pasar keuangan, meliburkan aktivitas di sebagian besar wilayah utara dan timur, serta menyiapkan pos distribusi karung pasir untuk warga di Taipei.

Badan cuaca memperkirakan topan akan membawa curah hujan sangat tinggi mulai Jumat malam, dengan akumulasi hujan di beberapa wilayah berpotensi mencapai satu meter.

Pemerintah Taiwan telah mengevakuasi lebih dari 1.000 warga, terutama dari wilayah pegunungan di pesisir timur. Selain itu, hampir 29.000 personel militer disiagakan untuk membantu proses evakuasi dan penanganan bencana.

Presiden Taiwan Lai Ching-te mengatakan meski intensitas Topan Bavi sedikit melemah dan turun menjadi kategori topan sedang, radius badai masih sangat luas sehingga tetap berpotensi memicu angin kencang dan hujan lebat di banyak wilayah.

Baca Juga: Topan Bavi Ancam Taiwan dan China, Berpotensi Jadi yang Terkuat Sejak 2024

Dampak topan juga merembet ke sektor transportasi dan industri. Seluruh penerbangan dari Bandara Internasional Taoyuan pada Sabtu dibatalkan. 

Maskapai Cathay Pacific juga menghentikan sementara sejumlah penerbangan akhir pekan antara Hong Kong dan Taiwan serta ke beberapa kota pesisir timur China seperti Hangzhou, Ningbo, dan Fuzhou.

Di sektor teknologi, produsen chip terbesar di dunia, TSMC, menunda pengumuman data penjualan Juni dari Jumat menjadi Senin akibat gangguan cuaca.

Setelah melintasi wilayah Jepang dan Taiwan, Topan Bavi diperkirakan bergerak menuju pesisir timur China dan diproyeksikan mendarat di sekitar Kota Wenzhou yang berpenduduk sekitar 10 juta jiwa pada Sabtu malam.