Topan Bavi Hantam Kepulauan Mariana, Angin 290 Km/Jam Ancam Pangkalan Militer AS



​KONTAN.CO.ID – Super Topan Bavi menghantam Kepulauan Mariana di Samudra Pasifik barat pada Senin (6/7), membawa angin berkekuatan hingga 290 kilometer per jam dan hujan lebat yang memicu ancaman banjir bandang di sejumlah wilayah Amerika Serikat di kawasan tersebut.

Berdasarkan laporan Reuters, Topan Bavi yang telah mencapai Kategori 5 menerjang Guam, Tinian, Saipan, dan Pulau Rota. Badan Cuaca Nasional Amerika Serikat (National Weather Service/NWS) memperingatkan warga agar tetap berlindung di dalam rumah seiring badai melintasi gugusan pulau tersebut.

Baca Juga: Stadion Azteca Dikepung Badai Petir Jelang Meksiko vs Inggris


Dinding mata badai (eyewall) diperkirakan mencapai daratan Pulau Rota sesaat setelah fajar waktu setempat dengan kecepatan angin maksimum mencapai 180 mil per jam atau sekitar 290 kilometer per jam.

Hembusan angin sesaat bahkan berpotensi mencapai 215 mil per jam atau sekitar 346 kilometer per jam.

Pulau Rota, yang merupakan pulau paling selatan di Kepulauan Mariana Utara dengan sekitar 2.000 penduduk, diperkirakan menerima dampak paling parah dari badai tersebut.

Sementara itu, Guam, Tinian, dan Saipan diperkirakan mengalami kondisi cuaca mulai dari badai tropis kuat hingga topan sebelum intensitas angin berangsur melemah pada Senin.

Selain angin kencang, Topan Bavi juga membawa curah hujan yang sangat tinggi. NWS memperkirakan hujan mencapai 12 hingga 20 inci atau sekitar 30–51 sentimeter di sekitar pusat badai, sehingga meningkatkan risiko banjir bandang hingga Selasa malam waktu setempat.

Baca Juga: Brasil Gugur di 16 Besar! Norwegia Menang 2-1 Berkat Brace Erling Haaland

Dampak badai ini menjadi perhatian karena Guam dan Kepulauan Mariana merupakan wilayah strategis milik Amerika Serikat di Pasifik barat.

Kawasan tersebut menjadi lokasi sejumlah fasilitas dan pangkalan militer penting AS, termasuk Andersen Air Force Base, Naval Base Guam, dan Marine Corps Base Camp Blaz.

Pemerintah Guam telah membuka sejumlah pusat evakuasi di berbagai wilayah. Gubernur Guam, Lou Leon Guerrero, mengimbau masyarakat untuk tidak bepergian dan tetap berada di dalam rumah hingga kondisi dinyatakan aman.

"Kami siap dan telah melakukan seluruh perencanaan serta langkah perlindungan bagi masyarakat," ujar Guerrero dalam video yang diunggah melalui Facebook pada Minggu (5/7), seperti dikutip Reuters.

TAG: