Topan Champi Lumpuhkan Taiwan, 931 Penerbangan Dibatalkan dan Pasar Keuangan Tutup



KONTAN.CO.ID - Taiwan menghentikan sebagian besar aktivitas pada Jumat (23/10/2026) menjelang kedatangan Topan Champi yang diperkirakan membawa angin kencang dan hujan lebat.

Badai tersebut memicu pembatalan ratusan penerbangan, penutupan pasar keuangan, serta evakuasi warga dari wilayah pegunungan.

Mengutip Reuters, otoritas Taiwan melaporkan satu orang meninggal dunia dan 94 orang mengalami luka-luka akibat dampak badai.


Baca Juga: Mata Uang Asia Bergerak Bervariasi Jumat (23/10), Rupiah Masih Tertekan Dolar AS

Pemerintah juga telah mengevakuasi hampir 1.300 orang dari kawasan pegunungan untuk mengantisipasi cuaca ekstrem.

Meski intensitasnya mulai melemah, Champi masih berpotensi menerjang langsung Taiwan. Badan Administrasi Cuaca Pusat Taiwan (CWA) mencatat kecepatan embusan angin di sekitar pusat badai mencapai sekitar 191 kilometer per jam.

Pada Jumat, pusat badai berada sekitar 320 kilometer di sebelah timur ujung selatan Taiwan. Prakiraan jalur badai menunjukkan Champi akan bergerak melewati wilayah timur laut Taiwan, berbelok ke utara menuju pesisir China, kemudian bergerak ke Jepang bagian selatan.

Prakiraan cuaca Taiwan Liu Pei-teng mengatakan kemungkinan badai mendarat langsung di Taiwan belum dapat dikesampingkan. Hal itu dapat terjadi apabila badai melambat atau berubah arah saat mendekati pulau tersebut.

Menurut Liu, radius angin Topan Champi tergolong luas dibandingkan badai dalam beberapa tahun terakhir. Jika pergerakannya melambat, Taiwan berpotensi mengalami angin kencang dalam waktu lebih lama.

Otoritas telah mengirimkan peringatan melalui telepon seluler kepada warga di kawasan pesisir mengenai potensi embusan angin melebihi 150 kilometer per jam serta meminta mereka segera mencari tempat berlindung.

Hujan hingga hampir satu meter juga diperkirakan mengguyur kawasan pegunungan di utara Taiwan, termasuk sekitar Taipei.

Baca Juga: Yen Jepang Menguat ke Level Tertinggi Sebulan, Kekhawatiran AI Tekan Dolar AS

Di Kabupaten Yilan, wilayah timur laut yang diperkirakan terdampak langsung, otoritas membagikan karung pasir dan menyiagakan kendaraan amfibi serta perahu penyelamat tiup untuk menghadapi banjir dan kebutuhan evakuasi.

Lee Ming-chen, kepala kota pelabuhan Suao, mengatakan militer siap membantu warga jika diperlukan, termasuk menggunakan kendaraan amfibi untuk evakuasi maupun penanganan bencana.

Ratusan penerbangan dibatalkan

Dampak Topan Champi juga meluas ke sektor transportasi dan kegiatan ekonomi. Kementerian Transportasi Taiwan menyatakan seluruh 262 penerbangan domestik pada Jumat dibatalkan, bersama 669 penerbangan internasional.

Pasar keuangan Taiwan juga ditutup untuk mengantisipasi dampak badai. Sebagian besar sekolah dan kantor menghentikan aktivitas, sementara Kepulauan Kinmen yang berada di bawah administrasi Taiwan dan terletak dekat pesisir China tetap menjalankan kegiatan seperti biasa.

Baca Juga: Real Madrid Akhirnya Hentikan Boikot Ballon d'Or Setelah Dua Tahun

Layanan kereta cepat yang menghubungkan wilayah utara dan selatan Taiwan masih beroperasi normal. Di Taipei, transportasi umum, termasuk MRT, tetap berjalan meski dengan layanan yang dikurangi.

Topan Champi diperkirakan lebih dahulu melewati Yonaguni, pulau berpenghuni paling barat Jepang yang berada di Prefektur Okinawa.

Para ahli cuaca memperkirakan dampak badai di Taiwan dapat berlangsung hampir dua hari karena luasnya radius angin.

Taiwan dikenal memiliki sistem kesiapsiagaan yang relatif baik dalam menghadapi topan. Meski badai tropis lebih umum terjadi pada musim panas, ancaman serupa masih dapat muncul pada musim gugur.

Baca Juga: Bursa Asia Melemah, Kekhawatiran Gelembung AI Picu Investor Borong Obligasi AS