KONTAN.CO.ID – HONG KONG. China bersiap menghadapi hujan deras selama beberapa hari ke depan setelah Topan Narra menerjang wilayah selatan negara tersebut. Di saat yang sama, Topan Saudel bergerak menuju pesisir timur China dan berpotensi membawa cuaca ekstrem ke sejumlah wilayah. Topan Narra mendarat sebagai badai tropis pada Selasa (25/8/2026) malam di Provinsi Hainan, China selatan. Sebelumnya, sistem cuaca tersebut bertahan selama beberapa hari di atas Teluk Beibu atau yang dikenal juga sebagai Teluk Tonkin. Hujan lebat yang dibawa Narra telah mengguyur wilayah Guangxi, Hainan, dan Guangdong. Curah hujan tinggi diperkirakan masih berlangsung di sejumlah kawasan selatan China.
Badan Meteorologi China menyebut Narra dan Topan Saudel, bersama siklon tropis Gaenari dan Atsani, membentuk fenomena yang tergolong jarang, yakni empat badai yang berputar secara bersamaan di wilayah Pasifik Barat Laut dan Laut China Selatan. Kondisi tersebut mendorong otoritas daerah, termasuk di Guangxi dan Hainan, mengambil sejumlah langkah mitigasi. Pemerintah setempat menutup sejumlah kegiatan usaha, menghentikan sementara operasional pariwisata, serta mengevakuasi puluhan ribu warga dari wilayah yang berisiko terdampak.
Baca Juga: Harga Emas Spot Turun Tipis, Investor Menanti Data Inflasi AS Hujan deras juga diperkirakan terus mengguyur China bagian selatan. Sebelumnya, curah hujan tinggi telah menyebabkan sejumlah sungai di Guangxi melampaui level peringatan dan menggenangi wilayah dataran rendah.
Topan Saudel Menuju Pesisir Timur China
Sementara itu, Topan Saudel diperkirakan mendarat di pesisir timur China, tepatnya di antara Provinsi Zhejiang dan Fujian, pada Kamis (27/8) hingga Jumat (28/8). Model cuaca memperkirakan pita hujan bagian luar Saudel dapat menjangkau hingga ke wilayah Guangxi. Kondisi ini berpotensi memperpanjang periode hujan deras di sejumlah wilayah China. Sebelum bergerak menuju China, Saudel melintasi Prefektur Okinawa, Jepang, pada Rabu (26/8/2026) pagi. Kondisi tersebut mendorong badan cuaca setempat mengeluarkan peringatan terkait potensi angin merusak dan gelombang laut tinggi. Saat bergerak ke arah barat, Saudel juga membawa Kepulauan Amami di Prefektur Kagoshima masuk ke dalam radius angin badai. Kyushu Electric melaporkan hampir 35.000 rumah mengalami pemadaman listrik akibat dampak badai tersebut.
Baca Juga: Ho Chi Minh City Vietnam Batasi Kendaraan Bensin dan Diesel Mulai 2027 Sebanyak 92 penerbangan yang melayani sejumlah bandara di Prefektur Okinawa dibatalkan pada Rabu. Maskapai All Nippon Airways juga menangguhkan seluruh penerbangan dari dan menuju Bandara Naha, yang merupakan pintu gerbang utama Prefektur Okinawa, menurut laporan penyiar publik NHK.
Taiwan Bersiap Menghadapi Dampak Saudel
Dampak Topan Saudel juga dipantau oleh Taiwan. Administrasi Cuaca Pusat Taiwan menyatakan Saudel bergerak di sebelah utara pulau tersebut. Badai diperkirakan secara bertahap melemah dan radiusnya menyusut. Meski demikian, Saudel masih berpotensi membawa hujan dengan intensitas sedang ke sejumlah wilayah di Taiwan bagian utara dan selatan hingga Jumat (28/8/2026). Rangkaian badai tropis yang terjadi secara bersamaan di kawasan Asia Timur dan Asia Tenggara tersebut membuat sejumlah negara dan wilayah meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan ekstrem, banjir, angin kencang, serta gangguan terhadap aktivitas transportasi dan kelistrikan.