KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pengelola platform Topindoku asal Kalimantan, PT Topindo Solusi Komunika Tbk (TOSK) sedang melakukan masa penawaran umum perdana saham alias Initial Public Offering (IPO). Calon emiten yang bakal menggunakan kode saham TOSK memasang harga IPO di level Rp 125 per saham. Ini merupakan batas atas dari harga book building di rentang Rp 115–Rp 125 per saham. Adapun TOSK menawarkan sebanyak-banyaknya 875 juta saham atau setara dengan 20% dari modal ditempatkan dan disetor penuh pasca IPO. Alhasil, TOSK bakal mengantongi dana segar Rp 109,37 miliar.
Founder & CEO Topindo Solusi Komunika Seiko Manito mengatakan, TOSK berencana mengembangkan bisnis segmen produk digital dengan melakukan penetrasi di wilayah luar Kalimantan. Salah satu cara untuk mencapai target tersebut dengan menggelar IPO. Seiko menyampaikan mayoritas dana IPO akan digunakan untuk keperluan modal kerja TOSK dan entitas usaha. "Untuk modal kerja TOSK dan entitas anak dalam pengembangan sistem IT, dan akuisisi properti yang akan menjadi hub bisnis TOSK di Kota Singkawang," jelas Seiko dalam keterangannya, Kamis (1/2). Baca Juga: Terang Dunia Internusa (UNTD) Pasang Harga IPO Rp 240 Per Saham Rinciannya, sekitar 40% dari IPO setelah dikurangi biaya-biaya emisi efek akan digunakan untuk modal kerja berupa pembeliaan persediaan produk digital dan pengembangan sistem IT. Kemudian sekitar 9,53% akan dialokasikan untuk entitas anak, yaitu TNN, dalam bentuk penyetoran modal kerja yang akan dipakai untuk modal kerja berupa pembelian persedian produk ritel. Sekitar 50,47% akan dialokasikan untuk entitas anak, yaitu TIP dalam bentuk penyetoran modal. Rencananya, TIP bakal mengakuisisi sebuah properti dan keperluan modal kerja serta operasional.