TOKYO. Toray Industries inc. telah mulai memproduksi carbon fiber untuk digunakan dalam pesawat Boeing Dreamliner 787 milik Boeing Co. Kontrak yang diteken keduanya untuk 16 tahun dengan nilai US$ 6 miliar setelah berulangkali tertunda sejak 2006 dalam pengembangan pesawat jet ini. Toray, produsen utama carbon fiber, mulai produksinya di pabriknya di Ishikawa Prefecture. Asal tahu saja, carbon fiber ini digunakan untuk bagian ekor maupun sayap pesawat Boeing Dreamliner 787. Toray harus membenamkan investasi tak kurang dari 7 miliar yen untuk membangun fasilitas yang digunakan untuk memproduksi carbon fiber ini. Saban tahunnya, perusahaan ini memproduksi tak kurang dari 5,8 juta square meters carbon fiber. Tahun 2006 silam, Toray sepakat bekerjasama untuk menyuplai material ini untuk pesawat Boeing Dreamliner 787. Dengan carbon fiber, maka pesawat ini hemat ongkos bahan bakar 20% dibandingkan pesawat sejenis lainnya. Rencananya, pesawat ini dirilis tahun 2008. Nyatanya, pengiriman pesawat ini telah tertunda beberapa kali. Ujung-ujungnya, Toray pun menunda produksinya; mulai dari Januari ke April, kemudian baru terlaksana pada bulan Juni ini.
Toray Produksi Carbon Fiber untuk Boeing Dreamliner 787
TOKYO. Toray Industries inc. telah mulai memproduksi carbon fiber untuk digunakan dalam pesawat Boeing Dreamliner 787 milik Boeing Co. Kontrak yang diteken keduanya untuk 16 tahun dengan nilai US$ 6 miliar setelah berulangkali tertunda sejak 2006 dalam pengembangan pesawat jet ini. Toray, produsen utama carbon fiber, mulai produksinya di pabriknya di Ishikawa Prefecture. Asal tahu saja, carbon fiber ini digunakan untuk bagian ekor maupun sayap pesawat Boeing Dreamliner 787. Toray harus membenamkan investasi tak kurang dari 7 miliar yen untuk membangun fasilitas yang digunakan untuk memproduksi carbon fiber ini. Saban tahunnya, perusahaan ini memproduksi tak kurang dari 5,8 juta square meters carbon fiber. Tahun 2006 silam, Toray sepakat bekerjasama untuk menyuplai material ini untuk pesawat Boeing Dreamliner 787. Dengan carbon fiber, maka pesawat ini hemat ongkos bahan bakar 20% dibandingkan pesawat sejenis lainnya. Rencananya, pesawat ini dirilis tahun 2008. Nyatanya, pengiriman pesawat ini telah tertunda beberapa kali. Ujung-ujungnya, Toray pun menunda produksinya; mulai dari Januari ke April, kemudian baru terlaksana pada bulan Juni ini.