Total Bangun Persada (TOTL) Anggarkan Capex Sebesar Rp 3 Miliar di 2023



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten konstruksi, PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL) telah menyiapkan modal belanja atau capital expenditure (Capex) pada 2023 sebesar Rp 3 miliar.

Sekretaris Perusahaan Total Bangun Persada Anggie S. Sidharta mengatakan belanja modal yang disiapkan pada 2023 utamanya akan digunakan untuk pengembangan infrastruktur.

“Perseroan telah menyiapkan belanja modal atau capex tahun 2023 sebesar Rp 3 miliar. Belanja modal itu rencananya akan digunakan untuk peralatan IT, Software IT dan peralatan proyek,"Jelasnya kepada Kontan.co.id, beberapa waktu lalu.


Sebagai informasi, besaran belanja modal 2023 TOTL sama dari rencana belanja modal tahun sebelumnya. Di mana Total Bangun Persada merencanakan belanja modal sebesar Rp 3 miliar dan dialokasikan untuk keperluan yang sama.

Hingga akhir tahun 2022, TOTL mengantongi Nilai Kontrak Baru (NKB) sebesar Rp 2,58 triliun hingga Desember 2022 berasal dari proyek pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN, Proyek Pembangunan Terminal Kendaraan Pelabuhan Patimban Paket 5 di Subang, Jawa Barat dan Pembangunan Prasarana dan Sarana Pelabuhan Perikanan Daeo Majiko SKPT Morotai.

Baca Juga: Total Bangun Persada (TOTL) Pasang Target Kontrak Baru Rp 2,6 Triliun

Anggie mengatakan TOTL optimistis bisa memenuhi target kontrak baru pada 2023 yang ditetapkan sebesar Rp 2,6 triliun. Lantaran TOTL terlibat dalam tender proyek dengan pipeline project sebesar Rp 10 triliun.

Proyek tersebut terkait bangunan perkantoran, industri, apartemen, bangunan mixed-use, hotel, data center, gedung pendidikan, dan rumah sakit.

Adapun, target kontrak baru TOTL tahun ini terdiri dari Rp 2,1 triliun berupa kontrak carry over dan Rp 500 miliar kontrak baru. Untuk mencapai target tersebut, TOTL gencar mengejar berbagai proyek baru melalui proses tender.

"Perusahaan tetap fokus pada spesialisasinya sebagai Kontraktor Gedung bertingkat tinggi kelas premium, menjaga kas tetap positif serta melakukan efisiensi dan optimalisasi pada kinerja serta biaya operasional agar tetap sustain," Ujarnya.

Maka dari itu, Anggie mengatakan target pendapatan dan laba naik untuk tahun 2023 masing-masing adalah Rp 2,3 triliun dan Rp 95 miliar dibandingkan tahun sebelumnya target pendapatan dan laba untuk tahun 2022 masing-masing adalah Rp 2 triliun dan Rp 75 miliar.

Kenaikan target ini dorong oleh beberapa faktor yaitu Inflasi, kenaikan bahan material, isu geopolitik serta Pemilu 2024 adalah beberapa isu yang mendorong perseroan dalam meningkatkan kinerja.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Anna Suci Perwitasari