Total Bangun Persada (TOTL) Incar Kontrak Baru Rp 3,5 Triliun pada Tahun Depan



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten jasa konstruksi swasta, PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL) mengincar perolehan kontrak baru sebesar Rp 3,50 triliun di tahun 2024. Angka itu lebih tinggi dibandingkan target kontrak baru yang ditetapkan TOTL di tahun ini senilai Rp 2,6 triliun. 

Sekretaris Perusahaan Total Bangun Persada Anggie S. Sidharta mengatakan, secara historis kontrak baru yang didapatkan di tahun politik cenderung menurun daripada tahun-tahun biasa. 

Namun demikian, TOTL tetap mengincar target perolehan kontrak baru yang positif di tahun depan. Sebab, saat ini pihaknya tengah mengikuti proses tender sejumlah proyek dengan nilai yang cukup fantastis, yakni mencapai Rp 7,78 triliun. 


Baca Juga: Total Bangun Persada (TOTL) Ikuti Sejumlah Tender di Sisa Tahun 2023

Anggie menyebut, sebagian besar dari tender tersebut masih dalam proses dan diproyeksikan bakal terealisasi di tahun 2024. 

“Masih proses tender, mayoritas di tahun 2024 ya,” ungkap Anggie, kepada Kontan.co.id, Selasa (4/12). 

Adapun, tender-tender tersebut berasal dari proyek gedung Multi Fungsi, Pusat Perbelanjaan, Industrial, Perkantoran, Data Center, Hotel, Pendidikan, dan lainnya. 

Hingga Oktober 2023, TOTL telah mengantongi kontrak baru sebesar Rp 2,3 triliun. Proyek baru yang didapatkan TOTL di tahun ini di antaranya proyek pembangunan gedung hotel, pusat perbelanjaan, data center, industrial, dan perkantoran. 

 
TOTL Chart by TradingView

Sejalan dengan target kontrak baru yang diincar di tahun depan, Manajemen Total Bangun Persada berharap dapat membukukan pendapatan dan laba bersih masing-masing sekitar Rp 3,1 triliun dan Rp 150 miliar.

Per 30 September 2023, pendapatan usaha TOTL tercatat sebesar Rp 2,07 triliun. Angka ini lebih tinggi 19,23% year on year (YoY) dibandingkan Rp 1,74 triliun pada posisi yang sama tahun sebelumnya. 

Pada saat yang sama, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk alias laba bersih TOTL sebesar Ro 109,58 miliar. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Handoyo .