Total Dana SAL Capai Rp 68 Triliun, DPK BNI Terdorong Naik 34,3% di Kuartal I



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) mencatatkan total penempatan dana saldo anggaran lebih (SAL) dari pemerintah mencapai Rp 68 triliun per Maret 2026. 

Untuk diketahui, saat penempatan dana SAL pertama pada September 2025 lalu, BNI mendapatkan jatah sebesar Rp 55 triliun. Artinya, saat dana SAL kembali diguyur pemerintah pada pertengahan Maret 2026 lalu, BNI kedapatan kisaran Rp 13 triliun dana tambahan. 

Direktur Keuangan BNI Paolo Kartadjoemena menjelaskan, total dana tersebut menjadi salah satu motor utama pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) bank. 


Baca Juga: QRIS Aplikasi ShopeePay Kini Bisa Digunakan di China

Memang, selama kuartal I-2026, DPK BNI tumbuh 34,3% secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp 1.100,58 triliun, dengan pertumbuhan tertinggi dicatatkan oleh deposito berjangka (time deposit) sebesar 52,6% yoy menjadi Rp 369,01 triliun. 

Asal tahu saja, di sisi lain giro tumbuh 39,7% yoy menjadi Rp 446,88 triliun dan tabungan tumbuh 10,4% yoy menjadi Rp 284,7 triliun. Dus, dana murah BNI in total mencapai Rp 731,52 triliun atau tumbuh 26,6% yoy. 

Soal dana SAL, Paolo bilang pihaknya mengambil langkah konservatif terkait potensi penarikan dana. “Kami tidak berasumsi dana tersebut akan tetap ada. Kami membangun penyangga likuiditas yang signifikan,” ujar Paolo dalam analyst meeting pekan lalu. 

Secara rinci, Paolo menyebut penyangga alias buffer dibangun melalui saldo rekening giro di Bank Indonesia dan penempatan di bank lain. 

Merujuk laporan keuangannya, BNI memang mencatatkan lonjakan penempatan dana pada BI dan bank lain. Yang mana, penempatan pada BI melonjak 132,55% yoy menjadi Rp 147,06 triliun dan penempatan pada bank lain naik 16,04% yoy menjadi Rp 42,47 triliun. 

Baca Juga: Asuransi Takaful Keluarga Nilai Ketidakpastian Ekonomi Berpotensi Tingkatkan Klaim

“Saldo tersebut meningkat tajam dari tahun sebelumnya,” kata Paolo.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News