Total Incar Pertumbuhan Proyek Baru 11,76%



JAKARTA. PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL) memancang target tinggi dalam menjalani usahanya di tahun ini. Manajemen perusahaan konstruksi bangunan ini menargetkan bisa membukukan kontrak-kontrak baru senilai Rp 1,9 triliun.

Janti Komajaya, Presiden Direktur Total, mengatakan, target tersebut lebih tinggi sekitar 11,76% dari pencapaian sepanjang tahun lalu. Dalam catatannya, tahun 2009, emiten berkode saham TOTL ini sukses menggaet kontrak baru sebesar Rp 1,7 triliun. "Ini sesuai target," katanya ke KONTAN, dua hari lalu.

Target optimistis itu berdasarkan prediksi bahwa sektor kontruksi dan infrastuktur tahun ini bakal lebih bagus dari tahun lalu. Maklum, kondisi ekonomi Indonesia di tahun 2010 diramal cenderung semakin membaik. Tak hanya itu, suku bunga perbankan saat ini juga masih cukup rendah. Sehingga membuat pelaku usaha kembali bergairah dalam berinvestasi.


Janti mengungkapkan, sejak awal tahun hingga bulan ini, Total mengikuti tender proyek-proyek baru dengan total nilai Rp 3,5 triliun. Proyek tersebut berasal dari sekitar lima perusahaan, baik swasta maupun Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Perinciannya, sebanyak 75% dari total nilai proyek sebesar Rp 3,5 triliun berasal dari sektor swasta. Sisanya merupakan tender proyek BUMN. "Kemungkinan akhir bulan ini sudah ada yang diumumkan pemenangnya," ujar Janti.

Dia menjabarkan, rata-rata proyek baru itu berupa pembangunan gedung perkantoran. "Pada tahun ini terlihat tren perusahaan-perusahaan mulai berlomba-lomba membangun gedung perkantoran," imbuh dia.

Di sisi lain, Janti bilang, pendapatan TOTL sepanjang tahun lalu sama dengan nilai kontrak baru yang diperolehnya, yakni Rp 1,7 triliun. Artinya, terjadi penurunan sebesar 10,05% dibandingkan pendapatan mereka tahun 2008 sebesar Rp 1,89 triliun.

Janti menambahkan, dengan pendapatan yang diperoleh TOTL tahun lalu tersebut, prediksi laba bersihnya mencapai Rp 50 miliar. Berarti, melonjak tinggi hingga 187,69% dari torehan tahun 2008, yang hanya sebesar Rp 17,38 miliar.

Sekedar perbandingan, pendapatan TOTL hingga kuartal ketiga 2009 sudah mencapai Rp 1,35 triliun. Sementara laba bersihnya pada periode yang sama Rp 38,71 miliar.

Tahun ini, TOTL berharap mampu membukukan pertumbuhan laba bersih 15%. Artinya, pada akhir tahun nanti laba bersih TOTL akan sebesar Rp 57,5 miliar. Menurut Janti, pertumbuhan laba bersih ini ditopang kenaikan margin kontruksi. Maklum, hampir setiap tahun margin konstruksi selalu naik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News