Total Penyaluran Pembiayaan BRI Finance Tumbuh Signifikan hingga Kuartal III-2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat piutang pembiayaan industri multifinance tumbuh 1,68% year on year (YoY), menjadi Rp 514,08 triliun per Agustus 2026.

Meskipun masih mencatat kenaikan, sayangnya pertumbuhan ini masih terbilang melambat jika dibandingkan dengan kinerjanya pada bulan Juli 2026. Pada periode ini, industri multifinance mencatatkan piutang pembiayaan sebesar Rp 513,05 triliun atau tumbuh 2,01% YoY.

Di tengah laju pertumbuhan piutang yang melambat ini, PT BRI Multifinance Indonesia (BRI Finance) masih menorehkan pertumbuhan kinerja yang signifikan.


Kendati tidak merinci besaran penyalurannya, Corporate Secretary BRI Finance Aditia Fakhri Ramadhani mengungkapkan total penyaluran pembiayaan BRI Finance berhasil tumbuh 110,09% YoY hingga September 2026.

Baca Juga: Transaksi QRIS Melalui Xendit Tumbuh 142% Lampaui Kartu Kredit

Kendati demikian, Aditia mengatakan perusahaan masih mencermati sejumlah sentimen yang berpotensi memengaruhi kinerja multifinance ke depannya. 

Salah satunya adalah dinamika ekonomi global yang turut memengaruhi pertumbuhan industri multifinance hingga periode kuartal III-2026.

"Tekanan tersebut dapat berdampak pada daya beli masyarakat, penjualan kendaraan bermotor, dan permintaan pembiayaan investasi," ujarnya kepada Kontan, Jumat (16/10/26).

Dampak dari dinamika ekonomi terhadap multifinance juga terlihat dari pemangkasan proyeksi pertumbuhan industri oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sebelumnya, OJK memproyeksikan piutang industri multifinance bisa tumbuh 6%-8% pada tahun 2026. Proyeksi tersebut kemudian mengalami penyesuaian menjadi 2%-4% pada akhir 2026.

Adit berpendapat, penyesuaian ini terjadi sebagai refleksi dari dinamika ekonomi global yang memengaruhi penjualan kendaraan bermotor dan pembiayaan investasi.

Meski begitu, BRI Finance memandang proyeksi tersebut sebagai target yang realistis untuk diraih. Bagi perusahaan sendiri, kondisi ini dinilai sebagai momentum untuk memperkuat sinergi bisnis, mengoptimalkan sinergi dengan BRI Group, dan fokus pada segmen pembiayaan potensial.

Ke depannya, perusahaan akan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran pembiayaan dan menjaga kualitas aset.

"Dalam menghadapi kondisi ini, BRI Finance terus mengoptimalkan peluang bisnis secara selektif, memperkuat sinergi dengan BRI Group, serta menjaga kualitas pembiayaan melalui penerapan prinsip kehati-hatian," katanya.

Baca Juga: Saham Big Banks Berguguran, IHSG Anjlok 10,76% Setelah Pengumuman MSCI

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News