TOTL masih kejar target kontrak baru Rp 4 triliun



JAKARTA. PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL) masih akan tetap mengandalkan sektor jasa konstruksi dalam menjalankan usahanya. Perusahaan konstruksi ini belum terlalu fokus untuk mengembangkan bisnis recurring income. Total Bangun Persada optimis bisa mengejar target kontrak baru Rp 4 triliun tahun ini meskipun sepanjang semester I realisasinya baru 33%. Pasalnya, di pipeline perusahaan masih ada proyek yang bisa dikejar dengan nilai mencapai Rp 10 triliun. "Kita masih optimis bisa mencapai target karena proyej yang masih dilelang (yang diikuti TOTL) mencapai Rp 10 triliun, " kata Mahmilan Sugiyo, Sekretaris Perusahaan TOTL pada KONTAN, Senin (10/7). Saat ini jasa konstruksi masih jadi penopang bisnis TOTL. Sedangkan bisnis recurring income belum mencapai 1% yang diantaranya diperoleh dari sewa kantor, sewa peralatan, jasa management dan jasa pelatihan. Total luas area perkantoran yang disewakan TOTL mencapai 6.890 m2 dengan harga sewa sekitar Rp 110.000 per m2 per bulan. Mahmilan bilang, perusahaan belum memiliki rencana untuk menaikkan harga sewa tersebut. Berdasarkan laporan keuangan TOTL kuartal I, perusahaan mencatatkan pendapatan usaha sebesar Rp 648,4 miliar dan recurring income hanya menyumbang porsi Rp 3,3 miliar. Meskipun masih fokus mengembangkan bisnis intinya, TOTL juga berencana memperbesar bisnis recurring income ke depan. Perusahaan ini sudah mengakuisisi lahan seluas 7.000 meter persegi (m2) sejak tahun 2016 senilai Rp 130 miliar. Lahan ini rencananya akan dikembangkan menjadi proyek properti salah satunya menjadi perkantoran. Hanya saja, TOTL belum menetapkan kapan proyek tersebut akan mulai dikembangkan. "Belum akan tahun ini, " katanya. Sementara itu, pencapaian kontrak baru TOTL sepanjang semester I 2017 baru mencapai Rp 1,32 triliun. Jumlah tersebut baru setara dengan 33% dari total target yang ditetapkan perusahana tahun ini yakni Rp 4 triliun. Pencapaian kontrak anyar TOTL selama paruh pertama tahun ini juga mengalami penurunan 42% jika dibanding dengan periode yang sama tahun 2016 yakni Rp 2,28 triliun. Sejak April lalu, perusahaan ini baru berhasil mendapatkan satu proyek baru, sehingga total kontrak anyar bertambah dari posisi Rp 813 miliar. Dengan begitu nilai kontrak dari proyek baru tersebut sekitar Rp 507 miliar. "Kami dapat satu proyek perkantoran di Jakarta," kata Sekretaris Perusahaan TOTL Mahmilan Sugiyo pada KONTAN, Senin (10/7). Sementara proyek lain yang sudah diperoleh TOTL sebelumnya terdapat dua gedung perkantoran milik swasta yang berlokasi di wilayah Jakarta dan BSD Tangerang. Tahun ini, TOTL masih akan tetap fokus mengincar proyek-proyek swasta seperti gedung perkantoran. Perseroan belum melirik proyek infrastruktur karena kekuatan perusahaan hanya untuk proyek high rise building. Tahun ini, Total Bangun Persada menargetkan pendapatan perusahaan 10% dari tahun 2016 sebesar Rp 2,75 triliun. Sementara belanja modal yang disiapkan tahun ini sebesar Rp 100 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Editor: Hendra Gunawan