KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) menyiapkan belanja modal atawa capital expenditure (capex) di kisaran Rp 3 triliun sampai Rp 4 triliun untuk tahun 2024. Dana capex akan digunakan untuk mendukung kinerja TBIG di tahun ini. Direktur TBIG Helmy Yusman Santoso secara singkat menuturkan, pihaknya akan terus bertumbuh secara organik tahun ini.
"Tahun 2024 TBIG akan terus bertumbuh secara organik, baik untuk infrastruktur menara maupun kabel serat optik," ujarnya kepada Kontan, Jumat (19/1). Alokasi capex tersebut, sebagian besar akan difokuskan pada ekspansi organik yang dilakukan. Namun demikian, pihaknya enggan membeberkan pencapaian hingga akhir 2023 serta target baru yang akan dibidik di 2024. Baca Juga: Tower Bersama (TBIG) Siap Kembali Bersaing di Tahun 2024, Intip Rekomendasi Sahamnya Sebagai informasi, pada tahun 2023, TBIG mengalokasikan capex sebesar Rp 3 triliun untuk pengembangan menara dan jaringan fiber optic. TBIG juga membidik target penambahan penyewaan 300.000 tenants dan 30.000 kilometer jaringan fiber optic di tahun 2023. Di kuartal III 2023 TBIG mencetak pendapatan senilai Rp 4,95 triliun. Nilai itu naik 0,62% secara tahunan atawa year on year (YoY) dari Rp 4,92 triliun. Pendapatan TBIG ini dikontribusikan dari pendapatan sewa dari PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) senilai Rp 1,69 triliun. Pendapatan dari Telkomsel ini berkontribusi sebesar 34,21% ke total pendapatan TBIG. Selanjutnya dari PT Indosat Tbk. (ISAT) senilai Rp 1,43 triliun yang berkontribusi 28,88%, PT XL Axiata Tbk. (EXCL) yang berkontribusi 17,50%, dan PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) sebesar Rp 409,39 miliar dengan kontribusi 8,27% ke pendapatan. Namun demikian, secara keseluruhan segmen menara telekomunikasi yang berkontribusi 99,37% dari total pendapatan TBIG atau setara dengan Rp 4,7 triliun, tersebut, turun 3,73% YoY dari Rp 4,89 triliun per kuartal III 2022.
TBIG Chart by TradingView