TOWR dapat restu pemegang saham ambil utang maksimal US$ 1,5 miliar



JAKARTA. Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) menyetujui rencana perseroan untuk mengambil utang sebanyak-banyaknya US$ 1,5 miliar. Pinjaman tersebut bakal digunakan untuk mendanai proyek akuisisi menara telekomunikasi."Persetujuan tersebut baru persetujuan awal. Masih menunggu hasil dari usaha kami mendapat transaksi baru untuk akuisisi. Belum tahu mau diambil kapan," ungkap Direktur Utama TOWR Adam Gifari, Senin (20/6).Sayangnya, Adam masih menutup rapat informasi seputar rencana akuisisi menara yang bakal TOWR lakukan tahun ini. Yang jelas, perseroan melalui anak usahanya, Protelindo pada Desember tahun lalu telah menandatangani nota kesepahaman dengan perusahaan telekomunikasi Hutchison untuk mengakuisisi 1.000 menara milik Hutchison. Sampai sekarang menara yang sudah diakuisisi TOWR dari Hutchison mencapai 217 menara."Akuisisi ini akan selesai dalam dua tahun," ujar Adam.Selain menyetujui rencana pengambilan pinjaman, RUPSLB juga memutuskan pembatalan rencana right issue perseroan. Sebelumnya TOWR berencana meningkatkan modal disetor tanpa hak memesan lebih dahulu."Perseroan belum membutuhkan pendanaan baru dari right issue dan belum memiliki rencana-rencana spesifik dari penerimaan right issue," jelas Adam.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Editor: Barratut Taqiyyah Rafie