Toyota Astra Motor (TAM) Sesuaikan Harga Jual Mobil 1%-6% pada Awal Tahun Ini



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Toyota Astra Motor (TAM) mengatakan kenaikan harga mobil yang diberlakukan Perseroan tidak terlalu besar, yakni berkisar dari 1% hingga 6% dari harga awal.

Anton Jimmy, Direktur Pemasaran Toyota Astra Motor (TAM) menjelaskan, kenaikan harga ini menyasar hampir semua model, terutama yang didatangkan secara impor Completly Build Up (CBU).

"Secara presentasi tidak terlalu besar ya berkisar penyesuaian harga di 1% sampai 6% dari harga sebelumnya. Rata - rata di model CBU dan penyesuaian harga didasari exchange rate dan penyesuaian cost," ujarnya kepada Kontan, Selasa (10/1).


Baca Juga: Toyota Astra Motor (TAM) Optimistis Pasar Mobil Hybrid Tumbuh di Tanah Air

Sebagai informasi, mobil Toyota yang diimpor secara utuh saat ini antaranya Hilux, Alphard, Vellfire, Voxy, C-HR, Hiace, Land Cruiser, Vios, Camry, Corolla Altis, hingga sebagian model hybrid.

Lebih lanjut, pihaknya tetap mempertahankan harga mobil rakitan lokal, seperti Avanza, Veloz, Rush sampai Innova. Harga mobil produksi dalam negeri yang kini sudah naik, Calya Rp1 juta.

Ia melanjutkan, pada tahun 2022 lalu penjualan mobil nasional busa menyentuh angka 1 juta unit. Anton mengatakan, penjualan Toyota juga sudah bisa dikatakan pulih atau recover kepada kinerja sebelum masa pandemi.

"Untuk tahun 2023 ini rasanya masih ada peluang buat tumbuh, walaupun mungkin tidak sebesar angka pertumbuhan di masa pandemi lalu. Kami lihat trend pertumbuhan ekonominya masih positif," sambungnya.

Baca Juga: Harga Naik di Awal 2023, Ini Daftar Terbaru Harga Mobil Toyota

Ia menambahkan, beberapa tren baru di dunia otomotif juga bisa merangsang pasar. Salah satunya adalah elektrifikasi, sehingga walaupun mungkin akan ada faktor yang menjadi tantangan, seperti global resesi, TAM masih melihat penjualan tahun 2023 masih tetap positif.

Untuk mempertahankan kinerja tersebut tahun ini, TAM akan menyesuaikan dengan tren dan kebutuhan saat ini, baik secara produk dan juga layanan.

"Jadi yang pasti untuk menjaga momentum kami masih akan perkenalkan produk produk dan teknologi baru di tahun 2023. Begitu juga layanan yang lebih improve dan yang paling penting menyesuaikan dengan tren kebutuhan orang Indonesia," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Handoyo .