Toyota Buka Peluang Produksi Avanza Hybrid di Indonesia, Ini Kendalanya



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) mempertimbangkan pengembangan Avanza Hybrid untuk pasar domestik seiring meningkatnya permintaan kendaraan elektrifikasi. Meski demikian, rencana produksi model tersebut di Indonesia belum dapat direalisasikan dalam waktu dekat karena masih membutuhkan kesiapan sumber daya dan proses homologasi.

Presiden Direktur TMMIN Nandi Julyanto mengatakan, permintaan kendaraan hybrid electric vehicle (HEV) di pasar domestik terus menunjukkan tren positif. Saat ini, Toyota telah memproduksi tiga model hybrid secara lokal di fasilitas Karawang, Jawa Barat, yakni Innova Zenix Hybrid, Veloz Hybrid, dan Yaris Cross Hybrid.

"Yang paling menarik itu model hybrid ya, naiknya cukup pesat. Tetapi sayangnya kami belum punya Avanza Hybrid. Mudah-mudahan lah, sesegera mungkin," ujar Nandi, Rabu (14/10/2026).


Menurut Nandi, Avanza dan Veloz memiliki basis kendaraan yang relatif serupa. Kondisi tersebut membuka peluang pengembangan Avanza Hybrid secara teknis. Namun, realisasinya tetap memerlukan proses homologasi tambahan serta dukungan sumber daya yang memadai.

Baca Juga: Inti Food Kantongi Komitmen Pembelian US$ 1 Juta untuk Ekspor Tempbar ke Australia

"Saat ini, sumber daya yang kami miliki masih terbatas untuk menjalankan homologasi tambahan tersebut, termasuk koordinasi dengan fasilitas di Thailand dan Jepang. Karena itu, fokus kami masih pada Veloz Hybrid," jelasnya.

Sebelumnya, TMMIN juga membuka peluang ekspor Veloz Hybrid yang diproduksi di Indonesia. Namun, upaya memperluas pasar ekspor masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama perbedaan spesifikasi kendaraan di setiap negara, termasuk posisi kemudi.

Nandi menegaskan, TMMIN tetap membuka kemungkinan untuk mengembangkan model hybrid lainnya, termasuk Avanza Hybrid. Keputusan tersebut akan mempertimbangkan kebutuhan pasar, kesiapan sumber daya, dan pemenuhan proses homologasi.

"Ke depan, kami tidak menutup kemungkinan mengembangkan model lain, termasuk Avanza Hybrid. Namun, langkah tersebut perlu mempertimbangkan kebutuhan pasar, homologasi, dan kesiapan sumber daya," pungkasnya.

Produksi Veloz Hybrid Capai 15.737 Unit

Di tengah peluang pengembangan Avanza Hybrid, produksi Veloz Hybrid di Indonesia menunjukkan capaian yang cukup besar. Hingga akhir Agustus 2026, produksi model tersebut mencapai 15.737 unit.

Sementara itu, pemesanan Veloz Hybrid di pasar domestik telah menembus lebih dari 19.000 unit sejak pemesanan dibuka pada November 2025 hingga Agustus 2026.

Capaian tersebut menjadi salah satu gambaran perkembangan permintaan kendaraan hybrid Toyota di Indonesia. Namun, pengembangan model baru tetap membutuhkan pertimbangan kapasitas produksi, kebutuhan konsumen, dan kesiapan teknis.

Baca Juga: Pabrik Baru Beroperasi, Multi Medika (MMIX) Incar Pendapatan Rp 473 Miliar di 2027

Ekspor Toyota dari Indonesia Meningkat

Selain memenuhi kebutuhan pasar domestik, Toyota juga mengandalkan sejumlah model yang diproduksi di Indonesia untuk pasar ekspor. Model tersebut antara lain Avanza/Veloz, Raize, Yaris Cross, Fortuner, serta Agya atau Wigo.

Avanza dan Veloz menjadi salah satu kontributor utama ekspor Toyota dari Indonesia.

Secara keseluruhan, ekspor kendaraan Toyota meningkat 2,5% menjadi 223.696 unit pada Januari–September 2026, dibandingkan 218.162 unit pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Volume ekspor tersebut setara dengan sekitar 60,2% dari total ekspor kendaraan utuh atau completely built-up (CBU) Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News