KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) mencatat tingkat komponen dalam negeri (TKDN) mobil listrik Toyota bZ4X saat ini mencapai 40%. Toyota masih mengkaji strategi untuk meningkatkan TKDN menjadi 60% sesuai target pemerintah. Presiden Direktur TMMIN Nandi Julyanto mengatakan, peningkatan TKDN hingga 60% akan membutuhkan kesiapan produksi komponen utama kendaraan listrik, terutama baterai.
"Saat ini bZ4X sudah 40% ya. Kita memang mempelajari untuk 60% dan ada dua hal sebenarnya (yang jadi perhatian)," tutur Nandi, Rabu (14/10/2026).
Baca Juga: Toyota Buka Peluang Produksi Avanza Hybrid di Indonesia, Ini Kendalanya Menurut Nandi, pengembangan baterai menjadi salah satu faktor penting dalam upaya meningkatkan TKDN bZ4X. Saat ini, Toyota bersama CATL masih berfokus mengembangkan baterai untuk kendaraan hybrid. Meski demikian, teknologi baterai hybrid dan kendaraan listrik murni atau battery electric vehicle (BEV) memiliki sejumlah kesamaan. Perbedaan utamanya antara lain terdapat pada jumlah sel baterai dan sistem manajemen baterai atau battery management system (BMS). "Yang pertama, apakah bener nih 60 persen ini harus tahun ini? Kalau memang harus tahun ini mau nggak mau ya kita harus ikutin. Cuma memang untuk menentukan investasi ke 60 persen harus fokus ke baterai. Sementara kita dengan CATL itu kita masih fokus ke baterai untuk hybrid. Sebenarnya sih bukan susah, karena battery hybrid dengan baterai EV itu tinggal jumlah cellnya ada yang berbeda sama BMS Battery management systemnya," ungkapnya. Toyota masih membahas strategi pemenuhan TKDN tersebut bersama kantor pusat. Nandi mengatakan, perusahaan akan berupaya menyesuaikan produksi bZ4X dengan ketentuan yang ditetapkan pemerintah. Jika target TKDN 60% harus dipenuhi sesuai jadwal, Toyota akan berusaha mengikuti ketentuan tersebut. Namun, perusahaan juga menyiapkan skenario apabila target tersebut belum dapat dicapai.
Baca Juga: Toyota Andalkan Amerika Latin untuk Dongkrak Ekspor "Kita akan berusaha untuk mencapai itu. Tapi kalau gak bisa ya kita tetap akan continue CKD dengan skala risikonya. Kalau misalnya gak bisa. Tapi kita masih diskusi dengan
headquarter," ucap Nandi. Meski masih mengkaji peningkatan TKDN, Toyota memastikan komitmennya untuk melanjutkan perakitan lokal bZ4X dengan skema
completely knocked down (CKD). "Kita masih pertimbangkan. Tetapi komitmen kami tetap kami akan melakukan bZ4X ini tetap CKD, kita juga akan asemble di dalam negeri continue," terang Nandi. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News