Toyota Motor (TMMIN) Optimistis Ekspor Kendaraan Naik Meski Dibayangi Geopolitik



KONTAN.CO.ID - BOGOR. PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) tetap optimistis kinerja ekspor kendaraan pada tahun ini dapat meningkat meski dibayangi ketidakpastian ekonomi global dan tensi geopolitik di sejumlah kawasan.

Wakil Presiden Direktur TMMIN I Nyoman Winaya mengatakan, perusahaan menargetkan realisasi ekspor tahun ini setidaknya menyamai atau melampaui capaian tahun lalu. Namun, besaran kenaikan belum dapat dipastikan karena masih bergantung pada berbagai faktor eksternal.

"Targetnya kita ingin naik. Tidak ada perusahaan yang ingin targetnya turun. Mudah-mudahan bisa mencapai target itu," ujar Nyoman usai peluncuran Toyota Eco Youth ke-14 di Sentul, Bogor, Kamis (6/8/2026).


Baca Juga: Debut di GIIAS 2026, New Suzuki XL7 Langsung Jadi Salah Satu Mobil Favorit Test Drive

Berdasarkan data TMMIN, ekspor kendaraan utuh (completely built up/CBU) pada semester I 2026 mencapai 145.080 unit.

Menurut Nyoman, tantangan utama saat ini bukan berasal dari permintaan pasar, melainkan gangguan pada rantai logistik internasional akibat konflik geopolitik, terutama di kawasan Timur Tengah.

"Yang menjadi masalah sebenarnya isu logistiknya. Pengiriman kapal dan kontainer sempat terganggu. Mudah-mudahan kondisinya tidak separah saat pandemi Covid-19," katanya.

Di sisi lain, permintaan dari negara-negara tujuan ekspor dinilai masih cukup baik. Untuk menjaga pertumbuhan ekspor, Toyota juga terus membuka peluang di pasar baru.

Selain mempertahankan pasar di Asia dan Timur Tengah, perusahaan mulai memperluas penetrasi ke kawasan Amerika Latin serta menjajaki negara tujuan ekspor lainnya.

Baca Juga: Pasar Apartemen Sewa &Kondominium Jakarta Mulai Terlihat Stabil di Paruh Pertama 2026

Nyoman menjelaskan, salah satu strategi perusahaan adalah memperkuat pendekatan kepada pelanggan melalui prinsip Goyokiki, yakni memahami secara langsung kebutuhan dan permasalahan konsumen agar dapat menghadirkan produk yang sesuai dengan permintaan pasar.

Selain itu, perusahaan juga menggandeng pemerintah dalam upaya membuka akses ke pasar ekspor baru.

"Kami selalu berkolaborasi dengan pemerintah dan kementerian terkait untuk meningkatkan maupun membuka destinasi ekspor yang baru," ujarnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News