KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja industri otomotif nasional yang tumbuh sepanjang semester I 2026 dinilai sejalan dengan mulai membaiknya aktivitas ekonomi dan meningkatnya kepercayaan konsumen untuk membeli kendaraan. Kondisi tersebut turut menopang kinerja penjualan PT Toyota Astra Motor (TAM) yang tetap mempertahankan posisi sebagai pemimpin pasar.
Marketing Director PT Toyota Astra Motor (TAM) Bansar Maduma mengatakan, pertumbuhan pasar otomotif pada enam bulan pertama tahun ini didorong oleh sejumlah faktor, mulai dari perbaikan aktivitas ekonomi hingga berbagai stimulus yang diberikan pelaku industri.
Baca Juga: Pemerintah, PLN dan IPP Diminta Siaga Hadapi Dampak El Nino pada PLTA dan PLTMH “Pertumbuhan pasar pada semester I 2026 didorong oleh mulai membaiknya aktivitas ekonomi dan meningkatnya kepercayaan konsumen untuk melakukan pembelian kendaraan. Berbagai stimulus dari pelaku industri, termasuk hadirnya produk-produk baru yang sesuai kebutuhan pasar, juga turut membantu mendorong permintaan,” ujar Bansar kepada Kontan, Kamis (9/7/2027). Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan penjualan mobil nasional terus menguat pada Juni 2026. Penjualan wholesales atau distribusi dari pabrik ke diler mencapai 77.550 unit, naik 12% dibandingkan Mei 2026 yang sebanyak 69.219 unit. Sementara itu, penjualan ritel meningkat 3,6% menjadi 74.507 unit dari 71.890 unit pada bulan sebelumnya. Secara tahunan, pertumbuhan juga cukup signifikan. Wholesales melonjak 32,9% dari 58.363 unit pada Juni 2025 menjadi 77.550 unit pada Juni 2026. Adapun retail sales naik 19,6% dari 62.292 unit menjadi 74.507 unit. Kinerja positif tersebut turut mengerek capaian industri sepanjang semester I 2026. Secara kumulatif, wholesales mencapai 436.564 unit atau tumbuh 15,9% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara retail sales mencapai 433.848 unit atau meningkat 10,5% secara tahunan. Di tengah pertumbuhan pasar tersebut, Toyota masih menjadi pemimpin pasar. Sepanjang Januari-Juni 2026, Toyota membukukan
wholesales sebanyak 133.928 unit dengan pangsa pasar 30,7%, meningkat 8,1% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Menurut Bansar, capaian tersebut ditopang oleh portofolio produk yang lengkap, mulai dari kendaraan entry level, MPV, SUV, kendaraan komersial, hingga kendaraan elektrifikasi. Selain itu, jaringan penjualan dan layanan purna jual yang luas juga menjadi salah satu faktor pendukung. “Kami bersyukur dapat mempertahankan posisi sebagai market leader di tengah pertumbuhan pasar,” katanya. Meski optimistis tren positif akan berlanjut hingga akhir tahun, Toyota tetap mencermati sejumlah tantangan yang berpotensi memengaruhi permintaan kendaraan. Bansar menilai faktor seperti tingkat suku bunga, fluktuasi nilai tukar rupiah, daya beli masyarakat, hingga dinamika ekonomi global masih menjadi variabel yang perlu diwaspadai karena dapat memengaruhi keputusan konsumen dalam membeli kendaraan.
Karena itu, Toyota akan terus memperkuat daya saing melalui penyediaan produk dan layanan yang sesuai kebutuhan pasar, termasuk memperluas pilihan teknologi elektrifikasi. “Ke depan, Toyota akan terus berfokus menghadirkan produk dan layanan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, memperkuat value yang diterima pelanggan melalui kualitas produk, layanan
aftersales, serta berbagai pilihan teknologi, termasuk Hybrid EV,” tutup Bansar.
Baca Juga: Penjualan Mobil yang Naik Belum Bisa Menjadi Bukti Daya Beli Pulih Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News