JAKARTA. Toyota Indonesia diam-diam melakukan kampanye perbaikan massal (recall) pada ratusan pemilik All New Avanza untuk servis gratis. Ternyata hal ini menjadi bagian dari kampanye servis tersembunyi (silent service campaign) untuk mengencangkan baut suspensi depan mobil sejuta umat tersebut. Joko Trisanyonto, Direktur Pemasaran PT Toyota Astra Motor (TAM) mengatakan, ada laporan dari bengkel Toyota, konsumen kurang puas dengan bunyi yang berasal dari suspensi depan All New Avanza. "Ini bukan recall, laporan langsung kita tangani di bengkel dan sudah beres. Tapi, untuk mencegah kejadian lain, TAM inisiatif memeriksa beberapa unit, daripada nunggu keluhan," komentar Joko kepada KompasOtomotif, Kamis (22/3). Mengutip Tabloid Otomotif edisi 47 (22-28/3/2012) terindikasi 363 unit Avanza menerima undangan untuk servis berdasarkan data nomor rangka dan mesin yang disinyalir mengalami masalah yang sama. "Pemilihan unit itu ada hitungannya, beberapa bulan mundur dan sesudah unit yang diperbaiki. Intinya masalah kepuasan pelanggan saja," lanjut Joko.
Toyota "recall" ratusan All New Avanza
JAKARTA. Toyota Indonesia diam-diam melakukan kampanye perbaikan massal (recall) pada ratusan pemilik All New Avanza untuk servis gratis. Ternyata hal ini menjadi bagian dari kampanye servis tersembunyi (silent service campaign) untuk mengencangkan baut suspensi depan mobil sejuta umat tersebut. Joko Trisanyonto, Direktur Pemasaran PT Toyota Astra Motor (TAM) mengatakan, ada laporan dari bengkel Toyota, konsumen kurang puas dengan bunyi yang berasal dari suspensi depan All New Avanza. "Ini bukan recall, laporan langsung kita tangani di bengkel dan sudah beres. Tapi, untuk mencegah kejadian lain, TAM inisiatif memeriksa beberapa unit, daripada nunggu keluhan," komentar Joko kepada KompasOtomotif, Kamis (22/3). Mengutip Tabloid Otomotif edisi 47 (22-28/3/2012) terindikasi 363 unit Avanza menerima undangan untuk servis berdasarkan data nomor rangka dan mesin yang disinyalir mengalami masalah yang sama. "Pemilihan unit itu ada hitungannya, beberapa bulan mundur dan sesudah unit yang diperbaiki. Intinya masalah kepuasan pelanggan saja," lanjut Joko.