Trader Vitol John Addison Pensiun, Ini Perannya di Minyak Venezuela



KONTAN.CO.ID - John Addison, trader utama Vitol di Amerika Serikat yang berperan besar dalam kesepakatan ekspor minyak Venezuela, dikabarkan akan segera pensiun.

Informasi ini diungkap oleh empat sumber kepada Reuters pada Selasa (1/4), meski pihak perusahaan memilih tidak memberikan komentar resmi terkait isu tersebut.

Sosok Penting di Balik Ekspor Minyak Venezuela

John Addison dikenal sebagai salah satu trader paling berpengaruh di Vitol, perusahaan perdagangan komoditas terbesar di dunia


Ia menjadi figur kunci dalam keberhasilan Vitol mendapatkan akses awal untuk mengekspor minyak Venezuela.

Kesepakatan tersebut terjadi setelah Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, ditangkap oleh pasukan Amerika Serikat.

Pada Januari lalu, Addison memimpin negosiasi antara pemerintah AS dan Venezuela untuk mengatasi penumpukan minyak mentah dalam jumlah miliaran barel milik perusahaan minyak negara, PDVSA, yang terjadi selama blokade angkatan laut AS.

Vitol bersama pesaingnya, Trafigura, menjadi perusahaan pertama yang ditunjuk pemerintah AS untuk memasarkan minyak Venezuela.

Menurut sumber yang sama, Vitol telah menjual lebih dari US$1 miliar minyak Venezuela ke berbagai kilang di Amerika Serikat, Eropa, dan Asia. Selain itu, masih terdapat pasokan minyak Venezuela senilai miliaran dolar yang siap dipasarkan.

Baca Juga: CEO Freeport LNG Michael Smith: Perang Iran Bisa Gagalkan Proyek Gas Baru di AS

Karier Panjang dan Prestasi Gemilang

Addison, yang kini berusia 47 tahun, telah menjadi bagian dari tim eksekutif Vitol di Amerika Serikat sejak 2012. Dalam memo internal perusahaan, ia disebut sebagai salah satu trader paling sukses dalam sejarah perusahaan.

Pria asal Hoover, Alabama ini memulai kariernya di Enron pada Juni 2001, tepat sebelum perusahaan tersebut runtuh. Ia kemudian melanjutkan karier di Shell pada 2002 dan bergabung dengan Glencore pada 2005.

Addison akhirnya bergabung dengan Vitol pada 2009 dan memimpin perdagangan produk olahan di kawasan Amerika. Ia juga menjadi trader bensin paling senior di AS sejak masuk ke jajaran eksekutif.

Addison menangani perdagangan bensin fisik di pasar AS, serta instrumen keuangan untuk minyak mentah, diesel, dan sektor energi lainnya.

Ia juga menghadapi berbagai gejolak pasar, mulai dari badai besar, cuaca ekstrem, gangguan pipa, pandemi COVID-19, hingga berbagai konflik militer global.

Di bawah kepemimpinannya, Vitol disebut meraih keuntungan ratusan juta dolar dari perdagangan bensin.

Baca Juga: Profil Nabil Fahmy, Calon Sekjen Liga Arab Pilihan Negara Arab

Fokus Baru di Dunia Politik

Setelah meninggalkan dunia perdagangan, Addison disebut berencana fokus pada bidang politik dan kebijakan energi.

Ia diketahui merupakan pendukung Wakil Presiden AS, JD Vance, sejak masih mencalonkan diri sebagai senator. 

Selain itu, Addison juga memberikan kontribusi untuk kampanye pemilihan ulang Presiden Donald Trump pada 2024.

Di luar aktivitas profesional, Addison juga aktif di almamaternya, Vanderbilt University. Bersama istrinya, Shannon, ia menyumbangkan dana sebesar US$30 juta pada tahun lalu.

Baca Juga: Robert Mueller Meninggal Dunia, Eks Bos FBI yang Bongkar Skandal Trump-Rusia

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News