Tragedi Penembakan di Sekolah Kanada, 10 Tewas Termasuk Pelaku



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sebuah insiden penembakan massal mengguncang sebuah sekolah menengah di Tumbler Ridge, British Columbia, Kanada bagian barat, pada Selasa waktu setempat. Kepolisian menyatakan bahwa sepuluh orang meninggal dunia, termasuk pelaku penembakan yang mengakhiri hidupnya sendiri di lokasi kejadian.

Peristiwa ini menjadi salah satu insiden korban massal paling mematikan di Kanada dalam beberapa tahun terakhir, sekaligus menghadirkan jenis tragedi penembakan yang selama ini lebih sering terjadi di negara tetangga, Amerika Serikat.

Kronologi Kejadian di Sekolah

Royal Canadian Mounted Police (RCMP) melaporkan bahwa enam korban ditemukan meninggal dunia di dalam gedung sekolah menengah tersebut. Dua korban lainnya ditemukan di sebuah rumah yang diyakini berkaitan dengan insiden ini, sementara satu orang meninggal dalam perjalanan menuju rumah sakit.


Baca Juga: Trump Ancam Larang Pembukaan Jembatan Baru AS–Kanada, Desak Perundingan dengan Ottawa

Selain korban tewas, sedikitnya dua orang lainnya dirawat di rumah sakit dengan luka serius atau mengancam jiwa. Hingga 25 orang dilaporkan mengalami luka yang tidak mengancam jiwa dan tengah mendapatkan perawatan medis.

Pelaku penembakan juga ditemukan meninggal dunia akibat luka yang diduga dilakukan sendiri. Polisi menegaskan bahwa tidak ada tersangka lain dan tidak terdapat ancaman lanjutan terhadap publik.

Pelaku Seorang Perempuan, Kasus yang Tidak Lazim

Dalam keterangan resmi, polisi menyebut pelaku adalah seorang perempuan—perkembangan yang jarang terjadi dalam kasus penembakan massal di Amerika Utara, yang hampir seluruhnya dilakukan oleh pria.

Peringatan penembak aktif dari kepolisian sebelumnya menggambarkan tersangka sebagai “perempuan mengenakan gaun dengan rambut cokelat.” Superintendent Kepolisian Ken Floyd kemudian mengonfirmasi dalam konferensi pers bahwa deskripsi tersebut sesuai dengan pelaku yang ditemukan meninggal di sekolah. Polisi belum mengungkapkan berapa banyak korban yang masih berusia di bawah umur.

Kota Kecil yang Terpukul Duka

Tumbler Ridge merupakan kota kecil terpencil dengan populasi sekitar 2.400 jiwa, terletak di kaki Pegunungan Rocky, sekitar 1.155 kilometer di timur laut Vancouver. Kawasan ini dikenal dengan lanskap bersalju dan hutan pinus yang luas.

“Banyak korban luka dan korban meninggal ditemukan di dalam sekolah saat petugas menyisir lokasi kejadian,” ujar Floyd kepada media.

Ia menambahkan bahwa proses penanganan korban masih berlangsung dan jumlah korban berpotensi bertambah. “Lokasi kejadian sangat dramatis, dan masih ada sejumlah korban yang sedang mendapatkan perawatan,” katanya.

Baca Juga: Dana Pensiun Kanada Siap Lepas Aset Pelabuhan Inggris

Pernyataan Perdana Menteri Kanada

Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, menyampaikan belasungkawa melalui platform X. “Saya sangat terpukul oleh penembakan mengerikan hari ini di Tumbler Ridge, British Columbia. Doa dan belasungkawa terdalam saya untuk keluarga dan sahabat yang kehilangan orang tercinta akibat tindakan kekerasan ini,” tulisnya.

Kanada relatif jarang mengalami penembakan massal dibandingkan negara lain di Amerika Utara. Namun, negara ini memiliki beberapa catatan kelam dalam sejarahnya.

Pada April 2020, seorang pria berusia 51 tahun yang menyamar sebagai polisi menewaskan 22 orang dalam amukan selama 13 jam di provinsi Nova Scotia sebelum akhirnya ditembak mati oleh polisi.

Sebelumnya, dalam insiden penembakan sekolah terburuk di Kanada pada Desember 1989, seorang pria bersenjata menewaskan 14 mahasiswi dan melukai 13 lainnya di École Polytechnique, Montreal, sebelum bunuh diri.

Tragedi di Tumbler Ridge kini tercatat sebagai salah satu peristiwa paling mematikan yang kembali memicu perbincangan mengenai keamanan publik dan pengendalian senjata di Kanada.

Selanjutnya: Dua Pendiri xAI Mundur, Eksodus di Perusahaan AI Milik Elon Musk Berlanjut

Menarik Dibaca: Promo Bakmi GM x DBS: Rayakan Anniversary ke-67, Makan Berdua Cuma Rp 67.000