Tragedi Tahun Baru di Swiss, Kebakaran Bar Resor Ski Tewaskan Puluhan Orang



KONTAN.CO.ID - Puluhan orang dilaporkan tewas dan sekitar 100 orang lainnya mengalami luka-luka, sebagian besar dalam kondisi serius, akibat kebakaran hebat yang melanda sebuah bar di resor ski mewah Crans-Montana, Swiss, saat perayaan malam Tahun Baru, kata kepolisian pada Kamis (1/1/2026).

Kebakaran terjadi sekitar pukul 01.30 dini hari waktu setempat di sebuah bar bernama Le Constellation, yang terletak di wilayah barat daya Swiss. Bar tersebut dikenal populer di kalangan anak muda dan wisatawan.

Pihak kepolisian Swiss menyebutkan “puluhan orang” diduga meninggal dunia, sementara sekitar 100 orang lainnya mengalami luka-luka.


Baca Juga: Rusia Tuduh Ukraina Tewaskan 24 Warga Sipil dalam Serangan Drone Tahun Baru

Kementerian Luar Negeri Italia, mengutip informasi dari otoritas Swiss, menyebutkan jumlah korban tewas diperkirakan mencapai sekitar 40 orang, meski otoritas Swiss belum memberikan angka resmi.

“Kami melihat orang-orang berteriak, lalu beberapa tergeletak di tanah, kemungkinan sudah meninggal,” ujar Samuel Rapp (21), warga setempat yang menyaksikan kondisi setelah kebakaran.

“Wajah mereka ditutup jaket. Itu saja yang saya lihat.”

Api Diduga Berasal dari Langit-langit

Rekaman video memperlihatkan deretan ambulans mengantre di lokasi kejadian serta helikopter medis yang mendarat untuk mengevakuasi korban ke rumah sakit terdekat dan unit luka bakar di kota-kota lain di Swiss.

Baca Juga: Penjualan Mobil Produsen Otomotif Top India Melesat Berkat Pemangkasan Pajak

Dua perempuan muda asal Prancis yang berada di dalam bar saat kejadian mengatakan kepada televisi BFM TV bahwa api bermula di area basement, diduga setelah sebuah botol dengan lilin pesta dinyalakan terlalu dekat dengan langit-langit kayu.

“Api menyebar sangat cepat di langit-langit,” kata salah satu dari mereka, yang mengaku bernama Emma dan Albane.

Keduanya berhasil melarikan diri melalui tangga sempit menuju lantai dasar sebelum api menjalar ke seluruh bangunan.

Video yang diverifikasi Reuters memperlihatkan api membesar dari dalam gedung, sementara sejumlah orang di luar bar tampak berlarian dan berteriak panik.

Korban dari Berbagai Negara

Duta Besar Italia untuk Swiss, Gian Lorenzo Cornado, mengatakan otoritas setempat menyebut kebakaran kemungkinan dipicu oleh seseorang yang menyalakan kembang api di dalam bar, sehingga menyulut langit-langit bangunan.

Ia menyebutkan banyak warga asing berada di lokasi, dan sejumlah warga Italia terlihat berkumpul di Crans-Montana untuk mencari kabar kerabat atau teman yang hilang.

Baca Juga: China Menerapkan Tarif Impor Daging Sapi Sebesar 55%

Para saksi mata mengatakan korban luka sempat dirawat di pos triase darurat, termasuk di bar terdekat dan sebuah kantor bank UBS.

Banyak korban mengalami kondisi serius akibat perpaduan luka bakar dan suhu dingin ekstrem setelah keluar dari bangunan.

“Ambulans bolak-balik tanpa henti,” ujar Dominic Dubois, saksi mata lainnya.

Pada Kamis pagi, area sekitar bar telah dipasang garis polisi. Tenda forensik terlihat berdiri di depan bangunan yang hangus terbakar.

Proses identifikasi korban disebut akan memakan waktu lama karena banyak jenazah mengalami luka bakar parah.

“Kami semua terguncang dengan apa yang terjadi di Crans-Montana,” kata Kepala Kepolisian Kanton Valais, Frederic Gisler.

“Sekitar 100 orang luka-luka, sebagian besar serius, dan sayangnya puluhan orang diduga meninggal dunia.”

Baca Juga: Tahun Baru, Wajah Baru New York: Zohran Mamdani Resmi Dilantik Jadi Wali Kota

Penyelidikan Berjalan

Jaksa setempat Beatrice Pilloud mengatakan penyelidikan penuh telah dibuka. Namun, pihak berwenang menegaskan tidak ada indikasi serangan teror.

“Saat ini kami menganggap peristiwa ini sebagai kecelakaan kebakaran, bukan serangan,” ujarnya.

Presiden Swiss Guy Parmelin menyampaikan belasungkawa dan menyebut tragedi tersebut sebagai duka nasional.

“Apa yang seharusnya menjadi momen kegembiraan berubah menjadi duka mendalam, tidak hanya bagi Swiss tetapi juga dunia,” tulis Parmelin di platform X.

Otoritas Swiss mengerahkan 10 helikopter dan 40 ambulans untuk penanganan darurat. Crans-Montana sendiri dijadwalkan menjadi tuan rumah Kejuaraan Dunia Ski Alpen tahun depan.

Selanjutnya: Kemendag Naikkan HPE Konsentrat Tembaga 4,54% Awal Januari 2026

Menarik Dibaca: Siklon Tropis Iggy di Selatan Jawa, Hujan Lebat Turun di Provinsi Ini

TAG: