KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Manajemen PT Trans Power Marine Tbk (TPMA) mencermati perkembangan pasar pada tahun 2026 sebelum menetapkan target keuangan secara agersif. Direktur Trans Power Marine, Rudi Sutiono, menyampaikan tekanan eksternal masih membayangi industri pelayaran hingga tahun ini.
Memasuki awal 2026, ketidakpastian geopolitik global kembali meningkat, terutama terkait isu Venezuela dan Iran yang memicu volatilitas pada sejumlah komoditas energi.
“Dari sisi domestik, isu RKAB juga turut membuat kondisi industri masih cukup menantang,” ungkap Rudi, kepada Kontan.co.id, Senin (12/1/2026).
Dia melanjutkan, dinamika industri batu bara dan nikel yang dinilai cukup menantang membuat Perseroan mengambil pendekatan yang lebih prudent.
Baca Juga: Trans Power Marine (TPMA) Fokus Perkuat Armada untuk Jaga Pertumbuhan Kinerja di 2026 Meski demikian, dari sisi belanja modal atau capital expenditure (Capex), TPMA telah menyiapkan anggaran yang relatif besar untuk melanjutkan program peremajaan armada.
Secara grup, Perseroan menganggarkan belanja modal sekitar US$55 juta pada 2026, yang akan digunakan untuk pengadaan 20 unit tongkang dan 17 unit tug boat. Kapal-kapal tersebut merupakan pesanan yang telah dilakukan sejak periode 2024–2025. “Secara grup, Perseroan menganggarkan belanja modal sekitar US$55 juta untuk pengadaan 20 unit tongkang dan 17 unit tug boat. Kapal-kapal tersebut telah dipesan sejak tahun 2024–2025,” paparnya.
Baca Juga: Trans Power Marine (TPMA) Lanjutkan Ekspansi Armada Meski Kinerja Lesu Adapun dari sisi strategi ekspansi, TPMA tidak berencana melakukan penambahan armada baru di luar pesanan yang sudah ada. Fokus utama Perseroan adalah peremajaan aset serta menjaga keberlanjutan bisnis melalui hubungan jangka panjang dengan para klien. “Selain itu, Perseroan terus menjaga hubungan dengan para klien agar tetap dapat bertahan dan beradaptasi sesuai kebutuhan, sekaligus memberikan nilai tambah bagi klien,” tutup Rudi. Dengan strategi yang lebih selektif dan fokus pada efisiensi, TPMA berharap dapat menjaga kinerja operasional di tengah tantangan industri yang masih berlanjut sepanjang 2026.
Baca Juga: Kinerja Trans Power Marine (TPMA) Hadapi Tekanan Sampai Akhir 2025 Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News