Trans Power Marine (TPMA) Optimistis Bisnis Moncer hingga Akhir Tahun



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten pelayaran, PT Trans Power Marine Tbk (TPMA) optimistis laju bisnisnya tetap berjalan sesuai ekspektasi sampai tutup tahun nanti. Optimisme tersebut didukung oleh lonjakan permintaan jasa kapal tongkang. 

Direktur TPMA Rudy Sutiono menyatakan bahwa tingginya kebutuhan atas jasa kapal tongkang menjadi faktor utama pertumbuhan kinerja perseroan di tahun 2023 ini. 

So far bisnis TPMA lancar dan sesuai ekspektasi. Faktor pendukungnya adalah tingginya permintaan atas kebutuhan kapal tongkang,” ungkap Rudy, saat dihubungi Kontan.co.id, Senin (2/10) lalu. 


Pihaknya masih memegang teguh target bisnis yang telah ditetapkan sebelumnya, Di mana, Manajemen TPMA mengharapkan adanya kenaikan pendapatan dan laba masing-masing sebesar 30% hingga 40% di sepanjang tahun ini.

Baca Juga: Serapan Belanja Modal Jasa Armada (IPCM) Sudah Tembus 83% dari Anggaran Tahun Ini

Sebagai pengingat, bisnis TPMA di semester I-2023 terpantau positif. TPMA berhasil membukukan kenaikan pendapatan bersih sebesar 11,31% year on year (YoY), dari semula US$ 28,76 juta per semester I-2022, menjadi US$ 32,42 juta. 

Kenaikan pendapatan bersih, ikut mendorong perolehan laba bersih perseroan. Per akhir Juni 2023, laba bersih TPMA mencapai US$ 9,07 juta. Pertumbuhan ini artinya mencapai 53,07% dibanding realisasi semester I-2022 yang sekitar US$ 5,93 juta.

Mengutip catatan Kontan sebelumnya, TPMA menyediakan capital expenditure (capex) atau dana belanja modal sebesar US$ 38 juta untuk membeli 5 set kapal untuk perusahaan dan 15 set kapal untuk anak usaha, yakni PT Trans Logistik Perkasa.

Hingga pertengahan tahun 2023, TPMA sudah merealisasikan penambahan 2 set tug boat dan kapal tongkang. Adapun, 3 set yang sudah dipesan tahun lalu sedang proses penyelesaian oleh shipyard dan diharapkan selesai pada akhir tahun atau awal tahun depan. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Tendi Mahadi