JAKARTA. Bisnis ritel milik taipan Chairul Tanjung yakni PT Trans Retail Indonesia ikut terseret perlambatan pertumbuhan ekonomi. Kini manajemen Trans Ritel lebih selektif untuk mendirikan gerai baru. Menurut Satria Hamid Ahmadi, General Manager Corporate Communication Trans Retail Indonesia, efek ekonomi yang loyo dan gejolak rupiah membuat penjualan barang di Trans Retail tidak bergairah. Konsumen, katanya, banyak yang menahan diri berbelanja di pasar modern. Alhasil, perusahaan ini menekan biaya operasional untuk menjaga pertumbuhan bisnis. Salah satunya dengan membeli produk dari hulu untuk memperoleh harga yang lebih murah. Langkah lainnya memanfaatkan kerjasama dengan perusahaan kartu kredit untuk mendorong konsumen berbelanja. Harapannya, cara ini dapat mendorong konsumen kembali belanja di pasar modern dengan menggesek kartu plastik.
Trans retail pilih ekspansi konservatif
JAKARTA. Bisnis ritel milik taipan Chairul Tanjung yakni PT Trans Retail Indonesia ikut terseret perlambatan pertumbuhan ekonomi. Kini manajemen Trans Ritel lebih selektif untuk mendirikan gerai baru. Menurut Satria Hamid Ahmadi, General Manager Corporate Communication Trans Retail Indonesia, efek ekonomi yang loyo dan gejolak rupiah membuat penjualan barang di Trans Retail tidak bergairah. Konsumen, katanya, banyak yang menahan diri berbelanja di pasar modern. Alhasil, perusahaan ini menekan biaya operasional untuk menjaga pertumbuhan bisnis. Salah satunya dengan membeli produk dari hulu untuk memperoleh harga yang lebih murah. Langkah lainnya memanfaatkan kerjasama dengan perusahaan kartu kredit untuk mendorong konsumen berbelanja. Harapannya, cara ini dapat mendorong konsumen kembali belanja di pasar modern dengan menggesek kartu plastik.