Transaksi Bale by BTN Melonjak 87% hingga April 2026, User Tembus 4,1 Juta



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) mencatat pertumbuhan signifikan pada transaksi mobile banking melalui aplikasi Bale by BTN hingga April 2026.

SEVP Digital Business BTN Thomas Wahyudi mengatakan, jumlah pengguna Bale by BTN saat ini telah mencapai sekitar 4,1 juta user.

Dari sisi aktivitas transaksi, Bale by BTN mencatat sekitar 40 juta transaksi atau tumbuh 87% secara tahunan. Sementara volume transaksi mencapai Rp 44,2 triliun, meningkat 55% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.


Baca Juga: Tok! LPS Tahan Tingkat Bunga Penjaminan Sebesar 3,50% hingga September 2026

“Hal ini mencerminkan semakin tingginya adopsi layanan perbankan digital oleh masyarakat yang mengutamakan kemudahan, kecepatan, dan fleksibilitas dalam bertransaksi,” ujar Thomas kepada Kontan, Jumat (29/5).

Menurut Thomas, pertumbuhan tersebut didorong semakin luasnya pemanfaatan fitur dan layanan digital Bale by BTN untuk berbagai kebutuhan transaksi nasabah.

Mulai dari transfer, pembayaran tagihan, pembelian, hingga transaksi harian lainnya kini semakin banyak dilakukan melalui Bale by BTN. Selain itu, pengembangan fitur lifestyle juga dinilai memperkuat engagement nasabah karena memberikan kemudahan memenuhi kebutuhan sehari-hari dalam satu aplikasi terintegrasi.

BTN optimistis tren pertumbuhan transaksi digital masih akan berlanjut hingga akhir tahun 2026. Perseroan menargetkan jumlah pengguna Bale by BTN dapat melampaui 5 juta user pada akhir tahun nanti.

Selain itu, jumlah transaksi ditargetkan tumbuh sekitar 55%, sedangkan volume transaksi diproyeksikan meningkat lebih dari 20% dibandingkan realisasi tahun sebelumnya.

“BTN akan terus memperkuat kapabilitas Bale by BTN melalui pengembangan fitur dan layanan yang semakin relevan dengan kebutuhan nasabah, disertai peningkatan user experience agar proses transaksi menjadi lebih seamless, praktis, dan nyaman digunakan,” katanya.

Baca Juga: Rupiah Melemah, Adira Finance Terapkan Hedging Penuh Demi Lindungi Utang Rp 4,7 T

Ke depan, BTN berharap Bale by BTN tidak hanya menjadi kanal transaksi perbankan, tetapi berkembang menjadi platform digital yang mendukung berbagai kebutuhan finansial dan gaya hidup nasabah secara terintegrasi.

Di tengah meningkatnya transaksi digital, BTN juga memastikan keamanan dan stabilitas sistem tetap terjaga. Thomas mengatakan, perseroan terus memperkuat infrastruktur teknologi, kapasitas sistem, serta aspek keamanan digital.

BTN secara berkala melakukan monitoring transaksi dan peningkatan kapasitas sistem untuk mengantisipasi lonjakan aktivitas transaksi, terutama pada periode dengan trafik tinggi seperti hari raya maupun masa gajian.

Dari sisi keamanan, BTN menerapkan berbagai lapisan proteksi seperti biometric login dan fraud detection system yang bekerja secara real time untuk mendeteksi aktivitas mencurigakan.

“Sebagai bentuk komitmen terhadap keamanan informasi, BTN juga telah memiliki sertifikasi keamanan internasional ISO 27001,” ujar Thomas.

Selain penguatan sistem, BTN juga terus mengedukasi nasabah terkait pentingnya menjaga kerahasiaan data pribadi dan meningkatkan kewaspadaan saat bertransaksi digital guna meminimalkan risiko kejahatan siber.

Baca Juga: Bisnis Hedging Bank Berpotensi Terus Meningkat di Tengah Pelemahan Rupiah

Thomas menambahkan, kapasitas sistem BTN saat ini telah dirancang untuk memproses transaksi dalam volume besar per menit dengan tetap menjaga stabilitas dan kenyamanan layanan.

BTN juga secara konsisten melakukan capacity enhancement, monitoring sistem, dan stress test secara berkala guna memastikan performa layanan tetap optimal di tengah pertumbuhan transaksi digital yang semakin tinggi.

Dari sisi pendanaan, peningkatan aktivitas Bale by BTN turut memberikan kontribusi positif terhadap penguatan dana murah atau current account saving account (CASA) perseroan.

Per April 2026, total saldo dana nasabah yang berasal dari Bale by BTN tercatat meningkat 32% secara tahunan.

“Semakin tinggi engagement dan aktivitas transaksi nasabah pada platform digital, maka semakin besar pula potensi pertumbuhan dana murah yang terhimpun secara berkelanjutan,” tutup Thomas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News