Transaksi Bale by BTN Tembus Rp 101 Triliun Sepanjang 2025



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) mencatatkan pertumbuhan signifikan pada superapp Bale by BTN sepanjang 2025, seiring penguatan transformasi digital perseroan.

Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan, Bale menjadi salah satu pendorong utama dalam memperkuat relasi bank dengan nasabah melalui layanan berbasis kebutuhan harian.

“Bale by BTN kami kembangkan untuk memperkuat hubungan BTN dengan nasabah melalui transaksi sehari-hari, tidak hanya pada saat pembiayaan. Ini menjadi bagian dari transformasi BTN agar lebih relevan dengan kebutuhan finansial masyarakat,” ujar Nixon dalam keterangannya, Minggu (29/3/2026). 


Baca Juga: Saham Big Banks Melemah, Analis Rekomendasikan Akumulasi Jangka Panjang

Sepanjang 2025, jumlah pengguna Bale by BTN mencapai lebih dari 3,6 juta, naik sekitar 102% secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan 1,8 juta pengguna pada 2024.

Dari sisi aktivitas, volume transaksi tercatat lebih dari 2,2 miliar transaksi, tumbuh sekitar 79% YoY dari 1,2 miliar transaksi pada tahun sebelumnya.

Sementara itu, nilai transaksi yang diproses melalui Bale mencapai lebih dari Rp 101 triliun pada 2025, meningkat sekitar 25% yoy dari kisaran Rp 80 triliun pada 2024.

Kontribusi Bale terhadap penghimpunan dana juga meningkat. Dana pihak ketiga (DPK) ritel yang dihimpun melalui platform ini mencapai Rp 21,63 triliun, naik dari Rp 17 triliun pada 2024. Nasabah pengguna Bale juga tercatat memiliki rata-rata saldo 6,4 kali lebih tinggi dibandingkan non-pengguna, sehingga memperkuat dana murah (CASA) perseroan.

Senior Executive Vice President Digital Business BTN Thomas Wahyudi menyebut, pertumbuhan ini ditopang pengembangan ekosistem digital yang semakin terintegrasi.

Baca Juga: Laba BNI Mencapai Rp 3 Triliun pada Februari 2026

Saat ini, Bale telah mencakup berbagai layanan, mulai dari Bale Properti, Bale Merchant, Bale Bisnis, Bale Agen, hingga Bale Community.

BTN juga menambah fitur baru melalui Bale Wisata yang menyediakan layanan pemesanan tiket transportasi, destinasi wisata, hingga akomodasi hotel dalam satu platform.

Bank menilai pengembangan fitur ini sejalan dengan upaya mendukung sektor pariwisata domestik, yang dinilai menjadi salah satu penopang pertumbuhan ekonomi di tengah dinamika global.

“Melalui Bale Wisata, kami tidak hanya menghadirkan kemudahan transaksi, tetapi juga ingin menjadi bagian dari pergerakan ekonomi domestik dengan mendorong masyarakat untuk berwisata di Indonesia,” ujar Thomas.

Memasuki 2026, BTN menargetkan jumlah pengguna Bale by BTN dapat menembus lebih dari 6 juta pengguna, didukung penambahan lebih dari 68 fitur baru serta penguatan kerja sama dengan merchant dan sektor gaya hidup.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TAG: