Transaksi Bale Korpora BTN Naik 81%, Pengguna Ditargetkan Tembus 30.000 Perusahaan



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) terus memperkuat layanan digital di segmen wholesale untuk menggenjot bisnis korporasi.

Hingga Mei 2026, platform Bale Korpora mencatatkan nilai transaksi sebesar Rp153 triliun atau melonjak 81% secara tahunan seiring meningkatnya adopsi layanan digital oleh nasabah korporasi.

Direktur Corporate Banking BTN Helmy Afrisa Nugroho mengatakan, selain transaksi yang tumbuh pesat, jumlah perusahaan pengguna Bale Korpora juga meningkat signifikan. Hingga Mei 2026, platform tersebut telah digunakan oleh lebih dari 25.000 perusahaan atau naik 32% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.


Baca Juga: Perbankan Perkuat Platform Wholesale Digital untuk Dongkrak Bisnis Korporasi

"Pertumbuhan ini menunjukkan semakin kuatnya adopsi digital di kalangan nasabah korporasi BTN, sekaligus menegaskan Bale Korpora sebagai salah satu kanal utama dalam pengelolaan transaksi keuangan perusahaan secara lebih efisien dan terintegrasi," ujar Helmy kepada Kontan, Jumat (3/7/2026).

Menurut Helmy, Bale Korpora tidak hanya berfungsi sebagai platform transaksi digital, tetapi juga memiliki peran strategis dalam memperkuat struktur pendanaan bank. Semakin besarnya dana murah (CASA) yang dihimpun melalui platform tersebut memberikan ruang bagi BTN untuk menawarkan suku bunga kredit yang lebih kompetitif sekaligus menjaga margin tetap sehat.

"Dengan basis dana murah yang semakin kuat, Bale Korpora menjadi salah satu fondasi penting dalam mendorong ekspansi kredit korporasi maupun komersial," katanya.

Ia menambahkan, prospek pembiayaan korporasi masih cukup menjanjikan, terutama pada sektor-sektor yang berkaitan dengan properti (property-related industries) yang menjadi kekuatan utama BTN. Selain itu, peluang juga terbuka pada berbagai sektor strategis lain yang terhubung dalam ekosistem bisnis para nasabah.

Melihat tren pertumbuhan tersebut, BTN membidik jumlah pengguna Bale Korpora mencapai sekitar 30.000 perusahaan hingga akhir 2026.

Dari sisi transaksi, perseroan menargetkan volume transaksi Bale Korpora meningkat sekitar 20% hingga 25% dibandingkan posisi Desember 2025.

"Target ini mencerminkan optimisme BTN terhadap semakin meningkatnya kebutuhan korporasi akan layanan cash management digital yang terintegrasi, efisien, dan real time," ujar Helmy.

Baca Juga: Meski IHSG Turun Dalam, Stockbit Klaim Transaksi Tetap Tumbuh Capai 1 Juta per Hari

Untuk mencapai target tersebut, BTN akan memperkuat akuisisi pengguna baru sekaligus meningkatkan pemanfaatan Bale Korpora oleh nasabah eksisting. Perseroan juga akan memperluas penetrasi layanan digital agar semakin banyak perusahaan menjadikan Bale Korpora sebagai platform utama dalam mengelola transaksi keuangannya.

Selain itu, BTN mengandalkan pendekatan ecosystem-centric, yakni mengembangkan hubungan bisnis secara menyeluruh dari rantai industri hulu hingga hilir, termasuk berbagai bisnis turunan di segmen wholesale maupun ritel.

Ke depan, Bale Korpora juga akan terus dikembangkan menjadi platform terpadu untuk berbagai kebutuhan wholesale banking. Tidak hanya melayani cash management, tetapi juga layanan trade finance, supply chain financing, bank garansi, hingga transaksi treasury seperti foreign exchange (FX).

"Dengan pengembangan tersebut, Bale Korpora diharapkan menjadi one-stop wholesale banking platform yang mampu memberikan nilai tambah bagi nasabah sekaligus mendukung kebutuhan transaksi dan pembiayaan korporasi secara lebih terintegrasi dan efisien," imbuh Helmy.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News