Transaksi Bale Korpora BTN Tembus Rp 56,8 Triliun per Februari 2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) mencatat pertumbuhan solid pada platform wholesale digital Bale Korpora by BTN. Hingga Februari 2026, Bale Korpora telah digunakan oleh lebih dari 23.700 perusahaan. Jumlah ini meningkat 28% secara tahunan atau year on year (YoY).

Dari sisi transaksi, Bale Korpora juga mencatat pertumbuhan yang jauh lebih tinggi. Volume transaksi yang diproses platform ini telah mencapai Rp 56,8 triliun, atau naik 61% YoY.

“Dari sisi aktivitas transaksi, Bale Korpora juga mencatat lonjakan signifikan dengan volume transaksi mencapai Rp 56,8 triliun, tumbuh 61% YoY,” kata Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu kepada Kontan.co.id, Jumat (14/3/2026).


Menurut dia, pertumbuhan tersebut mencerminkan makin kuatnya adopsi digital di segmen nasabah korporasi BTN. Di sisi lain, hal ini juga menegaskan peran Bale Korpora sebagai salah satu kanal utama pengelolaan transaksi keuangan perusahaan yang lebih efisien dan terintegrasi.

Baca Juga: BCA Cetak Laba Bersih Rp 9,2 Triliun per Februari 2026

BTN menilai, Bale Korpora bukan hanya berfungsi sebagai platform transaksi, melainkan juga memiliki peran strategis dalam memperkuat struktur pendanaan bank. Dengan dana murah yang semakin kuat, BTN memiliki ruang lebih besar untuk menyalurkan kredit dengan harga yang lebih kompetitif sekaligus menjaga margin tetap sehat.

“Dengan basis dana murah yang semakin kuat, Bale Korpora menjadi salah satu fondasi penting dalam mendorong ekspansi kredit korporasi maupun komersial,” jelas Nixon.

Ia menambahkan, peluang kredit korporasi pada tahun ini masih tetap prospektif. Menurut BTN, prospek itu datang tidak hanya dari sektor-sektor yang terkait properti sebagai kekuatan utama BBTN, tetapi juga dari berbagai sektor strategis lain yang terhubung dalam ekosistem bisnis nasabah.

“Ke depan, peluang kredit korporasi tetap sangat prospektif, baik di sektor property-related industries, yang merupakan kekuatan utama BTN, maupun di sektor-sektor strategis lainnya yang terhubung dalam ekosistem bisnis para nasabah,” imbuhnya.

Melihat momentum pertumbuhan tersebut, BTN membidik jumlah pengguna Bale Korpora mencapai sekitar 30.000 perusahaan sepanjang 2026. Sementara dari sisi aktivitas, volume transaksi ditargetkan tumbuh sekitar 20%–25% secara tahunan dibandingkan posisi Desember 2025.

Menurut Nixon, target itu mencerminkan optimisme perseroan terhadap meningkatnya kebutuhan korporasi akan layanan cash management digital yang terintegrasi, efisien, dan real-time.

 
BBTN Chart by TradingView

Untuk menggenjot transaksi, BTN mengandalkan strategi akuisisi pengguna baru sekaligus memperluas adopsi di kalangan nasabah eksisting. Perseroan juga terus memperdalam penetrasi layanan digital agar lebih banyak perusahaan menjadikan Bale Korpora sebagai platform utama dalam pengelolaan transaksi keuangannya.

Selain itu, BTN mengusung pendekatan ecosystem-centric dengan mengembangkan hubungan bisnis secara menyeluruh dari rantai industri hulu hingga hilir, termasuk berbagai bisnis turunan di segmen wholesale maupun ritel.

“Strategi utama yang dijalankan adalah pendekatan ecosystem-centric, yaitu mengembangkan hubungan bisnis secara menyeluruh dari rantai industri hulu hingga hilir,” ujar Nixon.

Ke depan, Bale Korpora akan terus dikembangkan tidak hanya sebagai solusi cash management, tetapi juga sebagai platform terpadu untuk berbagai kebutuhan layanan wholesale banking. Pengembangan itu mencakup layanan trade finance, supply chain financing, bank guarantee, hingga transaksi treasury seperti foreign exchange (FX).

"Dengan langkah tersebut, BTN ingin menjadikan Bale Korpora sebagai one-stop wholesale banking platform yang menawarkan nilai tambah lebih kuat dibandingkan kompetitor, sekaligus mendukung kebutuhan transaksi dan pembiayaan korporasi secara lebih terintegrasi dan efisien," tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News