Transaksi BI-FAST BCA Capai 1,26 Miliar, Nilainya Tembus Rp 3.536 Triliun



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA mencatat transaksi melalui BI-FAST mencapai sekitar 1,268 miliar transaksi sepanjang semester I 2026. Nilai transaksi yang diproses melalui sistem BCA tersebut mencapai Rp 3.536 triliun.

EVP Corporate Communication BCA Hera F. Haryn mengatakan, tingginya aktivitas transaksi BI-FAST turut memberikan kontribusi positif terhadap pendapatan fee dan komisi perseroan sepanjang paruh pertama tahun ini.

Baca Juga: Tumbuh 30%, Transaksi BI-FAST BTN Hampir Sentuh 13 Juta per Juli 2026


Meski demikian, BCA tidak merinci besaran kontribusi BI-FAST terhadap pendapatan tersebut. Sebagai gambaran, pendapatan fee dan komisi BCA pada semester I 2026 tumbuh 11,2% secara tahunan (yoy) menjadi Rp 11 triliun.

“Transaksi BI-FAST yang diproses melalui sistem BCA turut berkontribusi secara positif terhadap pendapatan fee dan komisi perseroan pada semester I 2026,” ujar Hera kepada Kontan, dikutip Selasa (18/8/2026).

Menurut Hera, pertumbuhan transaksi BI-FAST turut ditopang penguatan infrastruktur dan pengembangan berbagai fitur.

Beberapa di antaranya adalah bulk credit atau transfer secara kolektif serta direct debit atau layanan penagihan otomatis.

BCA berharap volume transaksi melalui BI-FAST terus meningkat seiring dengan implementasi sistem tersebut di berbagai kanal layanan BCA.

Pertumbuhan transaksi juga diperkirakan berlanjut sejalan dengan meningkatnya kebutuhan digitalisasi sistem pembayaran.

Baca Juga: Transaksi BI-FAST Bank Mandiri Tumbuh 27% hingga Juli 2026

BCA Perkuat Infrastruktur Digital

Hera mengatakan BCA akan terus memperkuat ekosistem finansial melalui penyempurnaan layanan serta modernisasi infrastruktur teknologi informasi.

Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga keandalan dan keamanan berbagai layanan transaksi digital perbankan.

Penguatan infrastruktur dan layanan digital juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan sekaligus mendorong pertumbuhan volume transaksi digital BCA.

“BCA senantiasa berkomitmen untuk terus memperkuat ekosistem finansial, melakukan penyempurnaan, dan terus memodernisasi infrastruktur teknologi informasi yang dimiliki,” kata Hera.

Baca Juga: Asei Sebut Beberapa Penyebab Gap Tingkat Inklusi dengan Literasi Asuransi Masih Lebar

Dengan peningkatan penggunaan BI-FAST dan kanal transaksi digital, BCA melihat peluang pertumbuhan transaksi digital masih terbuka seiring perubahan perilaku nasabah dan kebutuhan masyarakat terhadap layanan pembayaran yang cepat dan efisien.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News