Transaksi BNPL di LinkAkja Tumbuh 15% pada Kuartal I-2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi pada Sabtu (18/4) diprediksi memengaruhi daya beli masyarakat, khususnya kelas menengah.

Chief Executive Officer LinkAja, Yogi Rizkian Bahar, menilai situasi ini menjadi sinyal bahwa masyarakat makin membutuhkan fleksibilitas dalam bertransaksi. Salah satu opsi yang dimanfaatkan adalah layanan Buy Now Pay Later (BNPL).

“Dalam situasi di mana pengeluaran perlu dikelola lebih cermat, solusi seperti paylater dapat menjadi alternatif, asalkan digunakan secara bijak dan bertanggung jawab,” ujarnya kepada Kontan, Rabu (22/4/26).


Baca Juga: Kinerja LinkAja Tumbuh Positif, Ditopang Ekspansi Ekosistem Pembayaran Digital

Menurutnya, kondisi ini membuat masyarakat kini lebih selektif dalam mengelola pengeluaraan dan memanfaatkan berbagai metode pembayaran, termasuk BNPL untuk mengatur arus kas jangka pendek.

Seiring dengan hal tersebut, Yogi menyampaikan  bahwa dari sisi pembayaran, sepanjang kuartal I-2026 jumlah transaksi BNPL di LinkAja menunjukkan tumbuh hampir 15% dibandingkan periode sebelumnya.

Meski begitu, ia menegaskan peran LinkAja adalah sebatas penyedia platform pembayaran saja atau Penyelenggara Jasa Pembayaran (PJP), bukan sebagai penyedia layanan pembiayaan. Dengan kata lain, seluruh aspek pembiayaan mulai dari pemberian limit hingga pengelolaan risiko kredit, sepenuhnya menjadi tanggung jawab mitra BNPL.

Baca Juga: LinkAja Sebut Transaksi QRIS Menunjukkan Tren Peningkatan Jelang Lebaran

"Fokus kami adalah memastikan pengalaman pembayaran berjalan aman, transparan, dan sesuai ketentuan regulator,” tegasnya.

Kendati begitu, untuk ke depannya LinkAja tetap berkomitmen memperkuat kolaborasi dalam ekosistem BNPL guna menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan sekaligus memastikan keamanan dan transparansi dalam setiap transaksi digital.

Selain itu, mereka juga aktif berkolaborasi dengan mitra dan regulator untuk mendorong literasi keuangan dan perlindungan konsumen untuk menciptakan ekosistem pembiayaan yang sehat dan bertanggung jawab.

Baca Juga: LinkAja Catat Pengguna QRIS Tumbuh 40% dan Volume Transaksi Naik 20% pada 2025

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TAG: