Transaksi Cash Management BNI Melesat pada Tahun Lalu



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Negara Indonesia Tbk atau BNI mencatatkan transaksi cash management atau pengelolaan kas 764 juta kali atau meningkat 51% secara tahunan alias year on year (YoY) dengan nilai sebesar Rp 6.168 triliun atau tumbuh 47% pada 2022.

Perusahaan e-commerce dan fintech menyumbang transaksi 390 juta kali. Dari transaksi pengelolaan kas ini, BNI meraup fee based income (FBI) sebesar Rp 363 miliar atau tumbuh 37%. 

Direktur Network & Services BNI Ronny Venir  menyampaikan, dalam 5 tahun terakhir baik dari sisi transaksi maupun user BNIDirect terus meningkat, di mana untuk tahun 2022 tercatat pertumbuhan nilai transaksi mencapai 47% dan frekuensi transaksi tumbuh sebesar 18,5%.


Untuk diketahui, BNI mengelola cash management melalui kanal transaksi digital BNIDirect untuk nasabah institusi dan BNIDirect Lite untuk nasabah UMKM BNI.

Baca Juga: Pada 2023, BTN Targetkan Transaksi Cash Management Bisa Mencapai Rp 114 Triliun

"Saat ini lebih dari 100.000 user dari nasabah korporasi dan komersial BNI telah menggunakan BNIDirect. Hal tersebut sejalan dengan upaya shifting transaction to digital yang saat ini juga berjalan pada nasabah segmen konsumer BNI," kata Ronny kepada kontan.co.id, Sabtu (4/3).

Ia menjelaskan, bahwa inovasi dan pengembangan terus dilakukan. Berbagai solusi transaksi digital yang adaptif sesuai kebutuhan masing-masing segmen nasabah dalam kemudahan pengelolaan cash management juga terus dihadirkan.

Beberapa di antaranya seperti layanan online opening account untuk memudahkan nasabah dalam membuka rekening di BNI secara digital.

Selain itu, Giro Multi Currency yaitu satu rekening Giro yang dapat memudahkan transaksi dalam berbagai mata uang asing, perluasan layanan API Corporate, BNIDirect KCLN untuk nasabah yang memiliki related company dalam melakukan berbagai transaksi.

Baca Juga: PaninBank Targetkan CASA Tembus 52% pada Tahun 2023, Begini Strateginya

Enhancement fitur juga dilakukan seperti pada platform BNI Direct, platform BNI Trade Online sebagai solusi transaksi trade finance secara digital dari BNI, layanan financial supply chain management yang hadir dalam bentuk mobile apps sehingga dapat diakses kapan pun dan dimana pun serta layanan Garansi Bank yang akan hadir secara digital sehingga nantinya pengajuan garansi bank tidak perlu melalui cabang.

"Ke depan dengan adanya pengembangan dan enhancement fitur tersebut, volume transaksi terus meningkat sehingga closed-loop transaction nasabah dapat terbentuk dan volume CASA akan meningkat. Tentu saja keseluruhan hal tersebut akan berdampak pada peningkatan laba BNI," tandas Ronny.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Tendi Mahadi