KONTAN.CO.ID-JAKARTA. PT Bank KB Indonesia Tbk (KB Bank) terus memperkuat bisnis
cash management untuk mendorong pertumbuhan dana murah atau
current account savings account (CASA) dan pendapatan berbasis komisi (
fee-based income). Hingga September 2026, volume transaksi melalui platform corporate internet banking KBStarbiz tumbuh sekitar 60% secara tahunan (YoY). Sementara itu, nilai transaksinya melonjak lebih dari 165% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Direktur Utama KB Bank Kunardy Darma Lie mengatakan, pertumbuhan tersebut sejalan dengan meningkatnya pemanfaatan layanan transaksi digital oleh nasabah korporasi.
Peningkatan transaksi didukung oleh penggunaan layanan pembayaran dan penerimaan dana secara digital, penguatan hubungan dengan nasabah korporasi eksisting, serta perluasan pemanfaatan layanan
cash management dalam ekosistem bisnis nasabah.
Baca Juga: Cash Management Jadi Andalan Bank Pertebal CASA “Ke depan, KB Bank terus mengoptimalkan KBStarbiz untuk mendukung kebutuhan transaksi nasabah korporasi melalui layanan yang mudah, efisien, dan terintegrasi dengan aktivitas operasional bisnis mereka,” ujar Kunardy kepada kontan.co.id, Selasa (20/10). Dari sisi pendapatan,
fee-based income KB Bank yang berasal dari layanan
cash management tumbuh hampir 30% secara tahunan hingga September 2026. Kunardy menjelaskan, layanan
cash management memiliki peran strategis dalam mendukung penghimpunan CASA sekaligus memperkuat hubungan jangka panjang dengan nasabah korporasi. Melalui layanan pembayaran, penerimaan dana, dan pengelolaan transaksi, bank juga mendorong nasabah menggunakan rekening KB Bank sebagai rekening operasional utama. Pertumbuhan pendapatan tersebut ditopang peningkatan aktivitas transaksi dan pemanfaatan berbagai layanan perbankan, seperti transfer dana, kliring, pembayaran, dan penerimaan dana. Ke depan, KB Bank akan mengoptimalkan strategi
transaction-led growth, dengan fokus pada peningkatan volume dan frekuensi transaksi, perluasan penggunaan layanan digital, serta penguatan hubungan dengan nasabah korporasi.
Baca Juga: Saham Bank Bangkit Usai Tekanan MSCI, Sejumlah Emiten Ini Kaji Buyback Strategi ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan CASA dan pendapatan berbasis komisi secara berkelanjutan, sekaligus memperkuat daya saing bank di tengah dinamika industri perbankan dan tekanan terhadap margin bunga. Untuk meningkatkan penggunaan layanan
cash management, KB Bank juga memperkuat kapabilitas digital KBStarbiz. Platform ini mendukung pembayaran domestik, pengelolaan rekening, dan penerimaan dana melalui
virtual account. Selain itu, KB Bank mengembangkan layanan berbasis application programming interface (API) yang memungkinkan integrasi sistem perbankan dengan sistem operasional nasabah. Dengan integrasi tersebut, proses pembayaran, penerimaan dana, dan rekonsiliasi transaksi diharapkan berjalan lebih efisien. KB Bank juga menerapkan pendekatan berbasis ekosistem dengan menghubungkan kebutuhan transaksi perusahaan utama (anchor) dengan jaringan pemasok, distributor, dan mitra bisnisnya. Bank turut mendorong peningkatan penggunaan layanan oleh nasabah eksisting serta memperluas penetrasi ke segmen pasar spesifik (niche market), terutama industri dengan kebutuhan pengelolaan kas yang khas. Solusi yang ditawarkan disesuaikan dengan karakteristik bisnis masing-masing nasabah.
Baca Juga: Perkuat CASA, CIMB Niaga Genjot Bisnis Cash Management Saat ini, layanan cash management KB Bank melalui KBStarbiz banyak dimanfaatkan oleh nasabah korporasi dari sektor lembaga keuangan, manufaktur, dan koperasi. Penggunaannya terutama untuk mendukung transaksi rutin, seperti pembayaran gaji (payroll) dan transfer massal (bulk transfer). Ke depan, KB Bank melihat peluang pertumbuhan pada sektor perdagangan, logistik, layanan kesehatan, dan
cold storage. Sektor-sektor tersebut dinilai memiliki kebutuhan transaksi berulang serta pengelolaan arus kas yang berkelanjutan. Untuk mendukung kebutuhan tersebut, KB Bank mengembangkan solusi terintegrasi dari sisi penerimaan hingga pembayaran dana. Layanan
virtual account membantu identifikasi dan rekonsiliasi penerimaan dana, sedangkan Digital Saving Machine mendukung pengelolaan penerimaan uang tunai secara lebih efisien dan aman.
Pada sisi pembayaran, layanan BI-FAST, payroll, dan bulk transfer digunakan untuk mendukung kelancaran transaksi operasional nasabah. Kunardy menilai, bisnis
cash management masih memiliki peluang tumbuh hingga akhir 2026 di tengah dinamika ekonomi. Kebutuhan transaksi rutin, seperti pembayaran gaji, pajak, transaksi pemasok, dan penerimaan dana pelanggan, menjadi salah satu penopang prospek bisnis tersebut. Untuk menangkap peluang itu, KB Bank akan terus memperkuat kapabilitas digital KBStarbiz, mengoptimalkan penggunaan layanan oleh nasabah eksisting, serta memperluas penetrasi ke ekosistem bisnis yang memiliki potensi transaksi berulang tinggi. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News