KONTAN.CO.ID - SERPONG. Nilai transaksi purchase order dalam pengadaan barang dan jasa di industri hulu migas melalui Indonesian Oil and Gas e-Commerce (IOG e-Commerce) mencapai i US$ 81,25 juta atau setara dengan Rp1,27 triliun per September 2023. Kepala Divisi Pengelolaan Rantai Suplai SKK Migas Eka Bhayu Setta mengatakan bahwa transaksi tersebut berasal dari 5.153 Purchase Order. “Di 2024 rencananya kita akan coba lebih masif lagi,” ujarnya dalam konferensi pers di Serpong, Rabu (11/10).
IOG e-Commerce menampilkan produk-produk dari para penyedia barang dan jasa yang telah bekerja sama dengan KKKS dan terdaftar di Centralized Integrated Vendor Database (CIVD). Baca Juga: Hadiri Pembukaan ICIUOG 2023, Sri Mulyani Ajak Pebisnis Migas Habiskan Uang di Bali Saat ini terdapat 30 perusahaan dan 1.400 produk yang telah terdaftar dalam IOG e-Commerce. Produk-produk yang ditransaksikan meliputi barang-barang penunjang operasional harian seperti misalnya spare part alat hulu migas. Untuk memacu transaksi di IOG e-Commerce, SKK Migas menargetkan bisa merangkul 725 perusahaan untuk masuk dalam ekosistem IOG e-Commerce. Seturut hal ini, jumlah produk terdaftar dalam IOG e-Commerce juga ditargetkan meningkat jadi 4.398 jenis produk. Sedikit informasi, saat ini perusahaan vendor yang terdaftar di CIVD berjumlah 907 perusahaan. “Jadi harapannya 80% dari CIVD kita bisa grab di tahun 2024,” tutur Eka. Selain menambah jumlah penjual dan barang, SKK Migas juga berencana menggandeng industri perbankan untuk menghadirkan layanan pembayaran dan pembiayaan jangka pendek. Kalau tidak ada aral melintang, SKK Migas akan bekerja sama dengan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) untuk meluncurkan gerbang pembayaran alias payment gateway dalam IOG e-Commerce pada Desember 2023 nanti. “Targetnya begitu, kita masih berkoordinasi dengan semua pihak untuk payment gateway,” ujar Vice President SCM Kangean Energi Indonesia sekaligus tim pengembang IOG e-Commerce, Darmawan Widhihatmoko saat ditemui usai acara (11/100). Kelebihan Transaksi di IOG e-Commerce Darmawan optimistis, pelaksanaan transaksi di IOG e-Commerce membawa sejumlah manfaat baik bagi Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) hulu migas maupun vendor penjual. Dari segi efisiensi misalnya. Dharmawan bilang, transaksi di IOG e-Commerce bisa memangkas pengadaan barang yang umumnya bisa berlangsung hingga 2 minggu apabila dilakukan secara manual/offline. Baca Juga: SUCOFINDO Dukung SKK Migas-KKKS Wujudkan Target Produksi Minyak Bumi 1Juta Barel 2030 “Kalau sistem ordernya (di IUO e-Commerce) saya kira hanya hitungan 2 atau 3 hari, karena tetep harus ada diskusi dengan user dan sebagainya. Dan mungkin approva-lnya juga online, nah itu sangat jauh memangkas waktu,” kata Darmawan. Procurement Delivery Senior Manager BP Berau Ltd Herbiana Wintawati mengatakan bahwa BP sudah lebih dulu memanfaatkan e-Commerce yang dibangun khusus oleh penyedia barang. Dari pemanfaatan tersebut, BP Berau beroleh sejumlah manfaat, salah satunya dari segi efisiensi.