Transaksi Digital BTN Capai 2,4 Miliar pada 2025, Simak Targetnya untuk 2026



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) mencatat lonjakan signifikan pada aktivitas transaksi digital sepanjang 2025. 

SEVP Digital Business BTN Thomas Wahyudi mengungkapkan, frekuensi transaksi digital BTN menembus lebih dari 2,4 miliar transaksi, atau tumbuh 77% secara tahunan (year on year/yoy).

Dari sisi nilai, volume transaksi digital BTN mencapai lebih dari Rp 176,2 triliun, meningkat 12% yoy. Menurut Thomas, pertumbuhan tersebut menunjukkan kanal digital kian menjadi andalan nasabah BTN dalam memenuhi berbagai kebutuhan transaksi.


Seiring meningkatnya aktivitas tersebut, Thomas mengaku kontribusi transaksi digital terhadap total transaksi bank juga terus membesar.

Baca Juga: Rupiah Melemah, Harga Jual Dolar AS di Bank Tembus Rp 17.000 Siang Ini, Senin (19/1)

“Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa layanan digital BTN semakin diandalkan nasabah untuk berbagai kebutuhan transaksi,” ujar Thomas kepada Kontan, Kamis (15/1/2026).

Tak hanya mendorong volume transaksi, kanal digital juga berkontribusi terhadap pendapatan non-bunga perseroan. Sepanjang 2025, fee based income BTN yang bersumber dari transaksi digital tumbuh lebih dari 12% yoy.

Kontribusi fee based income digital terutama berasal dari Balé by BTN (Balé Super App) yang menjadi layanan utama nasabah dalam bertransaksi harian. Penyumbang fee based income terbesar datang dari fitur transfer online dan BI-Fast, disusul fitur purchase dan payment seperti pembayaran tagihan listrik PLN serta transaksi QRIS.

“Peningkatan penggunaan pembayaran non-tunai turut mendorong pertumbuhan transaksi QRIS, yang pada akhirnya memperkuat kontribusi fee based income digital terhadap pendapatan non-bunga BTN,” jelas Thomas.

Memasuki 2026, BTN membidik pertumbuhan transaksi digital yang lebih agresif. Perseroan menargetkan frekuensi dan nilai transaksi digital dapat tumbuh lebih dari 50% secara tahunan.

Baca Juga: Harga Saham BBTN Melonjak, Investor Asing Borong, Cuan Menanti?

Sejalan dengan itu, BTN juga menargetkan fee based income dari transaksi digital mampu tumbuh di kisaran 30% dibandingkan realisasi 2025.

Untuk mencapai target tersebut, BTN akan terus melakukan optimalisasi dan penyempurnaan fitur digital yang disesuaikan dengan kebutuhan nasabah. Selain itu, bank menyiapkan berbagai program promosi tematik dan reguler, serta menggelar sejumlah event guna mendorong nasabah semakin aktif menggunakan kanal digital.

“BTN juga memastikan kesiapan layanan nasabah yang dapat diakses 24/7, serta terus memperluas kerja sama dengan mitra, baik untuk kebutuhan pembayaran maupun transaksi digital lainnya,” pungkas Thomas.

Selanjutnya: IHSG Naik 0,27% ke 9.099,69 Sesi I Senin (19/1): Saham ASII, BRPT, DSSA Top Gainers

Menarik Dibaca: Ancaman Kebocoran Data Instagram, Waspada Email Reset Password Palsu

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News