KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Aktivitas perbankan melalui kanal digital semakin menjadi bagian penting dalam transaksi keuangan masyarakat. Kondisi tersebut tercermin dari lonjakan transaksi digital di sejumlah bank, seiring dengan pertumbuhan pembayaran digital nasional. Bank Indonesia (BI) mencatat transaksi pembayaran digital tumbuh 28,69% secara tahunan (year on year/yoy) hingga Juli 2026. Di Bank Tabungan Negara (BTN), jumlah transaksi digital hingga Juli 2026 telah mencapai 1,74 miliar transaksi. Angka tersebut melonjak 146% yoy. Dari sisi volume, transaksi digital BTN mencapai Rp 106,46 triliun atau tumbuh 40% yoy.
SEVP Digital Business BTN Thomas Wahyudi menyebut, pertumbuhan transaksi digital BTN sejalan dengan meningkatnya aktivitas nasabah dalam memanfaatkan layanan perbankan dan pembayaran digital. "Sejalan dengan pertumbuhan transaksi digital nasional, transaksi digital BTN juga terus menunjukkan pertumbuhan yang positif," kata Thomas kepada Kontan, Jumat (18/9/2026).
Baca Juga: Dapen BCA Bicara Soal Aturan Investasi Dana Pensiun ke Luar Negeri dalam POJK 27/2023 Lebih lanjut ia bilang capaian ini terutama didorong oleh aplikasi balé by BTN yang menjadi platform utama nasabah untuk memenuhi berbagai kebutuhan transaksi perbankan dan pembayaran secara digital. Sejumlah layanan yang berkontribusi terhadap aktivitas transaksi di balé by BTN antara lain transfer melalui BI-FAST, transfer antar rekening BTN maupun antarbank, pembayaran menggunakan QRIS, pembelian token listrik, pembayaran berbagai tagihan, hingga top up dompet elektronik. Thomas mengaku peningkatan aktivitas transaksi digital juga mulai memberikan kontribusi terhadap pendapatan dan penghimpunan dana BTN, meski ia tak merincikannya. Namun ia menegaskan, kanal digital tak hanya meningkatkan frekuensi transaksi, tetapi juga memperkuat ekosistem digital dan hubungan bank dengan nasabah. BTN menargetkan jumlah transaksi digital dapat mencapai 2,5 miliar transaksi hingga akhir tahun ini. Target tersebut bakal didukung melalui penguatan ekosistem digital, pengembangan layanan serta program promosi dan apresiasi untuk meningkatkan aktivitas transaksi nasabah. Sementara itu, aktivitas transaksi digital juga terus meningkat di Bank Mandiri. Hingga akhir Agustus 2026, aplikasi Livin' by Mandiri telah digunakan sekitar 42,2 juta pengguna dengan frekuensi transaksi mencapai 3,32 miliar transaksi. Selain Livin', platform digital Bank Mandiri untuk segmen bisnis, Kopra by Mandiri, telah memiliki 385,3 ribu pengguna terdaftar. Frekuensi transaksi melalui Kopra mencapai 1,05 miliar transaksi. Peningkatan aktivitas transaksi digital tersebut turut menopang pendapatan berbasis komisi atau fee based income bank. Dalam periode yang sama, fee income bank secara bank only tumbuh 12,9% yoy.
Baca Juga: Jumlah Kantor Cabang Bank Menyusut di Tengah Percepatan Digitalisasi Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri Novita Widya Anggraini menyebut pertumbuhan tersebut antara lain ditopang recurring fee based income dari Livin' dan Kopra, sejalan dengan meningkatnya frekuensi serta ragam transaksi nasabah pada kedua platform tersebut. Novita bilang pihaknya bakal terus memperkuat kapabilitas digital seiring dengan pertumbuhan transaksi. "Ke depan, kami akan menjaga kualitas intermediasi sekaligus memperkuat kapabilitas digital Bank Mandiri," katanya.
Bank Mandiri juga terus memperluas fungsi Livin' tak hanya sebagai kanal transaksi, tetapi juga untuk kebutuhan finansial lain seperti pembukaan deposito dan tabungan rencana, investasi, serta layanan lifestyle. Sementara pada segmen bisnis, Kopra by Mandiri digunakan untuk membantu pelaku usaha mengelola transaksi dan arus kas. Ekosistem digital tersebut juga dilengkapi Livin' Merchant untuk penerimaan pembayaran. Novita mengatakan Bank Mandiri akan terus memperluas ekosistem digital melalui Livin', Kopra, dan jaringan layanan lainnya agar dapat menyesuaikan kebutuhan nasabah. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News