KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Platform keuangan digital UMKM BukuWarung memperluas perannya dalam ekosistem transaksi ritel nasional. Sepanjang 2025, perusahaan ini membukukan lebih dari 60 juta transaksi tahunan dan menjangkau lebih dari 8 juta pengguna, seiring penguatan layanan agen pembayaran, QRIS, pembukuan digital, hingga pembiayaan modal kerja. Ekspansi tersebut ditopang oleh jaringan lebih dari 250.000 mitra BukuAgen yang berfungsi sebagai perpanjangan tangan distribusi layanan keuangan digital di tingkat mikro. BukuWarung juga mulai mengintegrasikan penguatan komunitas agen sebagai bagian dari strategi pertumbuhan organik pada 2026.
Baca Juga: Antam (ANTM) Buka Suara Soal Potensi Ambil Alih Tambang Agincourt Direktur Strategi & Kemitraan BukuWarung Romy Williams mengatakan, perusahaan memposisikan diri sebagai aplikasi keuangan paling lengkap untuk UMKM, dengan fokus pada solusi yang benar-benar dipakai dalam operasional harian.
“Solusi kami mencakup QRIS untuk kirim dan terima uang, EDC dan layanan agen untuk pembayaran dan pendapatan tambahan, akses pembiayaan melalui modal usaha, serta pembukuan digital untuk pencatatan keuangan yang lebih terkontrol,” ujarnya di Jakarta, Senin (26/1/2026). Menurut Romy, ukuran kinerja utama BukuWarung bukan semata nilai transaksi, melainkan intensitas penggunaan layanan. Saat ini, volume transaksi tahunan perusahaan telah melampaui 60 juta, mencerminkan adopsi aktif di tingkat pedagang kecil. Selain memperkuat produk yang sudah ada, BukuWarung juga melakukan
soft launching Buku Pei, perangkat QRIS soundbox yang dirancang untuk membantu pedagang menerima notifikasi pembayaran secara real-time tanpa perlu memeriksa ponsel. Solusi ini menyasar segmen usaha dengan volume transaksi tinggi seperti kantin, warung makan, dan toko ritel kecil. “Buku Pei kami siapkan untuk menjawab kebutuhan UMKM yang sibuk dan membutuhkan konfirmasi pembayaran yang instan. Ini bagian dari komitmen kami menghadirkan produk yang berdampak langsung pada produktivitas usaha,” kata Romy. Di sisi pembiayaan, BukuWarung mencatat telah menyalurkan dana modal usaha senilai ratusan miliar rupiah kepada pelaku UMKM. Fitur ini menjadi salah satu pendorong loyalitas pengguna, di tengah kebutuhan modal kerja yang masih menjadi tantangan struktural sektor mikro. BukuWarung juga menyiapkan strategi penguatan komunitas agen di berbagai daerah sepanjang 2026. Perusahaan menargetkan aktivitas komunitas tersebut dihadiri puluhan ribu anggota hingga akhir tahun, sebagai sarana edukasi literasi keuangan dan distribusi produk baru.
Baca Juga: Bukalapak (BUKA) Perkuat Pilar Bisnis Gaming Lewat Multi Realm Games Romy menambahkan, pertumbuhan ke depan tidak ditopang target agresif semata, melainkan konsistensi penyediaan layanan yang relevan.
“Fokus kami adalah menyediakan produk yang lengkap dan mudah diakses. Pertumbuhan akan mengikuti ketika UMKM merasakan manfaat nyata dari layanan yang kami berikan,” ujarnya. Sejak berdiri pada 2019, BukuWarung memusatkan bisnisnya pada segmen UMKM yang menyumbang sekitar 70% PDB nasional. Saat ini, perusahaan telah memiliki merchant di seluruh Indonesia dan masih memfokuskan ekspansi pada pasar domestik. Salah satu mitra BukuAgen asal Luwuk, Sulawesi Tengah, Brojo, mengaku terbantu dengan layanan EDC, menu kasir, serta pembiayaan modal usaha BukuWarung.
“Menu kasir membantu saya memantau arus kas, dan pembiayaan modal usahanya prosesnya cepat sehingga mendukung operasional toko,” ujarnya. Ke depan, BukuWarung akan memprioritaskan perluasan adopsi Buku Pei dan penguatan jaringan agen sebagai motor distribusi layanan keuangan digital. Perusahaan menilai masih terdapat puluhan juta UMKM yang belum terjangkau layanan finansial digital terintegrasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News