KONTAN.CO.ID - Bank Indonesia (BI) mendukung kemajuan teknologi digital di sektor keuangan. Salah satunya, melalui pembentukan BI Financial Technology (Fintech) Office atau BI-FTO. Sebab, teknologi digital di sektor finansial mampu meningkatkan efisiensi dan kenyamanan pengguna dalam bertransaksi. Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara mengatakan, berdasarkan data Statista, total nilai transaksi financial technology (fintech) di Indonesia tahun lalu diperkirakan mencapai US$ 15,02. Jumlah itu tumbuh 24,6% dari tahun sebelumnya. "Pada 2017, total nilai transaksi di pasar fintech diproyeksikan mencapai US$ 18,65 miliar," kata Mirza dalam sambutan saat acara International Accounting Conference di Hotel Tentrem Yogyakarta, Senin (28/8). Dengan potensi yang masih besar tersebut lanjut Mirza, BI sebagai otoritas sistem pembayaran terus mensinergikan berbagai kepentingan melalui tiga hal. Pertama, mempromosikan iklim sistem pembayaran yang kondusif.
Transaksi fintech diperkirakan US$ 18,65 miliar
KONTAN.CO.ID - Bank Indonesia (BI) mendukung kemajuan teknologi digital di sektor keuangan. Salah satunya, melalui pembentukan BI Financial Technology (Fintech) Office atau BI-FTO. Sebab, teknologi digital di sektor finansial mampu meningkatkan efisiensi dan kenyamanan pengguna dalam bertransaksi. Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara mengatakan, berdasarkan data Statista, total nilai transaksi financial technology (fintech) di Indonesia tahun lalu diperkirakan mencapai US$ 15,02. Jumlah itu tumbuh 24,6% dari tahun sebelumnya. "Pada 2017, total nilai transaksi di pasar fintech diproyeksikan mencapai US$ 18,65 miliar," kata Mirza dalam sambutan saat acara International Accounting Conference di Hotel Tentrem Yogyakarta, Senin (28/8). Dengan potensi yang masih besar tersebut lanjut Mirza, BI sebagai otoritas sistem pembayaran terus mensinergikan berbagai kepentingan melalui tiga hal. Pertama, mempromosikan iklim sistem pembayaran yang kondusif.