KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Mandiri Tbk (
BMRI) mencatatkan pertumbuhan positif pada bisnis kartu kredit sepanjang kuartal III 2026. Pertumbuhan ini ditopang strategi perseroan dalam menggarap segmen nasabah affluent atau kelas atas.
VP Credit Cards Group Bank Mandiri Agus Hendra Purnama mengatakan, volume transaksi kartu kredit Bank Mandiri tumbuh 15% secara tahunan atau year on year (yoy) pada kuartal III 2026. Sementara itu, baki debet kartu kredit Bank Mandiri meningkat 6% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Baca Juga: Transaksi Kartu Kredit Meningkat, NPL Mulai Perlu Diwaspadai "Pada kuartal III 2026, kinerja bisnis kartu kredit Bank Mandiri mencatatkan pertumbuhan positif secara tahunan. Volume transaksi tumbuh sebesar 15%, sementara baki debet meningkat sebesar 6% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya," ujar Agus kepada kontan.co.id, Jumat (6/11). Dia menjelaskan, pertumbuhan tersebut didukung strategi bisnis yang berfokus pada pengembangan segmen nasabah
affluent. Bank Mandiri memperkuat akuisisi nasabah berkualitas serta mengoptimalkan potensi
cross-selling dari basis nasabah prioritas dan wealth management. Selain itu, Bank Mandiri juga menyediakan berbagai manfaat premium dan penawaran yang disesuaikan dengan kebutuhan nasabah. Strategi tersebut diarahkan untuk mendorong pertumbuhan transaksi secara berkelanjutan, sekaligus menjaga kualitas portofolio dan memperkuat profitabilitas bisnis kartu kredit. Agus menyebut, seluruh indikator utama bisnis kartu kredit Bank Mandiri saat ini masih menunjukkan tren pertumbuhan positif. Perseroan berharap tren tersebut dapat dipertahankan hingga akhir tahun melalui implementasi strategi bisnis yang terarah dan berkelanjutan. Meski demikian, Bank Mandiri tetap memperhatikan keseimbangan antara pertumbuhan bisnis, kualitas portofolio, dan profitabilitas.
Baca Juga: Bisnis Paylater Perbankan Masih Tumbuh Subur, Bank Digital Masih Unggul Dari sisi kualitas aset, Agus memastikan rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) kartu kredit Bank Mandiri masih terjaga pada level terkendali. "Dari sisi kualitas aset, rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) kartu kredit Bank Mandiri tetap terjaga pada level yang terkendali," katanya. Untuk menjaga kualitas aset, perseroan secara konsisten memperkuat berbagai langkah strategis dengan menerapkan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan portofolio. Ke depan, pengembangan segmen nasabah
affluent masih menjadi salah satu strategi utama Bank Mandiri dalam menggenjot bisnis kartu kredit.
Strategi tersebut juga akan didukung penguatan kapabilitas digital untuk memberikan kemudahan, kenyamanan, serta pengalaman transaksi yang lebih optimal bagi nasabah. Sejumlah inovasi layanan digital yang dikembangkan Bank Mandiri antara lain fasilitas pembayaran berbasis QRIS, penggunaan virtual card untuk transaksi e-commerce, fasilitas penarikan dana tunai, serta fitur Tap to Pay. "Melalui pengembangan tersebut, Bank Mandiri berkomitmen untuk menghadirkan layanan kartu kredit yang semakin relevan dengan kebutuhan nasabah sekaligus memperkuat daya saing bisnis secara berkelanjutan," tutup Agus. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News