KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) melaporkan lonjakan signifikan dalam pemantauan arus dana mencurigakan sepanjang tahun 2025. Lembaga intelijen keuangan ini mencatat total perputaran dana yang dianalisis menembus angka Rp 2.085 triliun. Kepala PPATK, Ivan Yustiavandana mengungkapkan, nilai transaksi yang dianalisis tersebut melonjak sebesar 42% jika dibandingkan dengan capaian tahun 2024 yang tercatat sebesar Rp 1.459,6 triliun. Lonjakan ini sejalan dengan meningkatnya volume laporan yang masuk dari pihak pelapor. "Sebagai focal point rezim Anti Pencucian Uang, serta Pencegahan Pendanaan Terorisme dan Pendanaan Proliferasi Senjata Pemusnah Massal (APUPPT-PPSPM) di Indonesia, PPATK telah menerima 43 juta laporan dari pihak pelapor, meningkat 22,5% dibanding tahun 2024 yang berjumlah 35,6 juta laporan," ujarnya dalam rapat kerja bersama Komisi III DPR, Jakarta, Selasa (3/2/2026).
Transaksi Keuangan Mencurigakan Naik, PPATK: Perputaran Dana Rp 2.085 Triliun di 2025
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) melaporkan lonjakan signifikan dalam pemantauan arus dana mencurigakan sepanjang tahun 2025. Lembaga intelijen keuangan ini mencatat total perputaran dana yang dianalisis menembus angka Rp 2.085 triliun. Kepala PPATK, Ivan Yustiavandana mengungkapkan, nilai transaksi yang dianalisis tersebut melonjak sebesar 42% jika dibandingkan dengan capaian tahun 2024 yang tercatat sebesar Rp 1.459,6 triliun. Lonjakan ini sejalan dengan meningkatnya volume laporan yang masuk dari pihak pelapor. "Sebagai focal point rezim Anti Pencucian Uang, serta Pencegahan Pendanaan Terorisme dan Pendanaan Proliferasi Senjata Pemusnah Massal (APUPPT-PPSPM) di Indonesia, PPATK telah menerima 43 juta laporan dari pihak pelapor, meningkat 22,5% dibanding tahun 2024 yang berjumlah 35,6 juta laporan," ujarnya dalam rapat kerja bersama Komisi III DPR, Jakarta, Selasa (3/2/2026).