Transaksi layanan API Bank BRI telah mencapai Rp 40 triliun



KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Transaksi  layanan Application Programming Interface (API)  PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) terus mengalami peningkatan tahun ini. Kolaborasi perbankan dengan perusahaan financial tecknologi (fintech) memang semakin erat lewat API di tengah pandemi Covid-19.

Layanan API memungkinkan bank dan fintech untuk membuka data dan informasi keuangan yang terkait dengan transaksi pembayaran dari nasabahnya secara resiprokal (prinsip kesetaraan).

Artinya, ada tiga pihak yang akan terlibat implementasi API ini yakni nasabah sebagai pemilik data, bank, dan juga fintech.


Hingga November, BRIAPI sudah memiliki mitra sebanyak 222 perusahaan yang terdiri marketplace, fintech, ride hailing, universitas, perusahaan non-digital, dan instansi pemerintah di Indonesia yang bisa menggunakan BRIAPI untuk mendukung transaksi perbankan secara digital.

Baca Juga: Djasa Ubersakti (PTDU) berencana garap proyek infrastruktur

Mitra-mitra tersebut diantaranya Shopee, Tokopedia, Gopay, OVO, LinkAja, Traveloka, dan Investree. Saat ini BRIAPI merupakan platform Open API pertama di Indonesia yang sudah mendapatkan sertifikasi ISO:27001 dan  Payment Application Data Security Standard  untuk menjamin keamanan data pelanggan.

Direktur Digital, Teknologi Informasi dan Operasi Bank BRI, Indra Utoyo mengungkapkan, sales volume transaksi BRIAPI hingga pertengahan November sudah mencapai Rp 40 triliun atau sudah mencapai target perseroan tahun ini.

"Pesatnya transaksi di BRIAPI tahun 2020 ini disebabkan oleh adanya trust yang tercipta dan mudahnya (kurang dari satu jam) bagi customer BRI baik yang digital native maupun yang masih merintis untuk mengintegrasikan API kami yang sudah disertifikasi PA-DSS dan ISO27001 dengan sistem mereka," kata Indra kepada Kontan.co.id baru-baru ini.

Indra menambahkan, pertumbuhan itu juga tidak lepas dari akuisisi sistematis dan agresif oleh tim pemasar BRI yang berada di seluruh cabang BRI di Indonesia memberikan pertumbuhan yang sangat positif. 

Di sisi lain, adanya pandemi yang mengubah perilaku transaksi dan pembayaran kastemer di seluruh Indonesia beralih ke digital juga memberikan dorongan signifikan kepada transaksi BRIAPI.

Selanjutnya: Saham-saham ini banyak diobral asing pada perdagangan Jumat (11/12)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Noverius Laoli