KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah Indonesia terus mendorong penggunaan transaksi mata uang lokal alias Local Currency Transaction (LCT) dalam perdagangan internasional, seiring lonjakan nilai transaksi dan meningkatnya partisipasi pelaku usaha. Pada periode Januari–Februari 2026, nilai transaksi LCT tercatat mencapai sekitar US$ 8,45 miliar, meningkat 163,24% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar US$ 3,21 miliar. Jumlah pengguna juga naik signifikan menjadi 14.621 pada Februari 2026, dengan rata-rata bulanan mencapai 16.030 pengguna jauh di atas rata-rata tahun 2025 yang sebesar 9.720 pengguna. Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Ferry Irawan, mengatakan tren positif ini menunjukkan semakin luasnya adopsi LCT di pasar. “Transaksi LCT telah menunjukkan tren peningkatan yang konsisten dalam nilai, partisipasi, dan adopsi pasar,” ujarnya dalam rilis Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.
Transaksi Local Currency Melonjak 163%, Pemerintah Kurangi Ketergantungan Dolar AS
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah Indonesia terus mendorong penggunaan transaksi mata uang lokal alias Local Currency Transaction (LCT) dalam perdagangan internasional, seiring lonjakan nilai transaksi dan meningkatnya partisipasi pelaku usaha. Pada periode Januari–Februari 2026, nilai transaksi LCT tercatat mencapai sekitar US$ 8,45 miliar, meningkat 163,24% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar US$ 3,21 miliar. Jumlah pengguna juga naik signifikan menjadi 14.621 pada Februari 2026, dengan rata-rata bulanan mencapai 16.030 pengguna jauh di atas rata-rata tahun 2025 yang sebesar 9.720 pengguna. Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Ferry Irawan, mengatakan tren positif ini menunjukkan semakin luasnya adopsi LCT di pasar. “Transaksi LCT telah menunjukkan tren peningkatan yang konsisten dalam nilai, partisipasi, dan adopsi pasar,” ujarnya dalam rilis Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.
TAG: