KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Nilai transaksi merger dan akuisisi (M&A) global mencapai US$ 2,6 triliun pada semester pertama 2026. Mengutip Bloomberg, Kamis (2/7/2026), angka tersebut meningkat sekitar 30% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan tersebut terjadi di tengah perang, kecemasan terhadap kondisi ekonomi, dan ketidakpastian politik yang masih berlangsung di berbagai belahan dunia. Sejumlah perusahaan dari berbagai sektor menjalankan transaksi sepanjang enam bulan pertama tahun ini, mulai dari produk makanan hingga jaringan listrik. Aktivitas tersebut membuat pasar M&A global berada pada jalur yang berpotensi mencetak rekor sepanjang 2026. Baca Juga: AS-Iran Akhiri Perundingan Doha, Belum Ada Terobosan Damai Permanen Tom Miles, Wakil Kepala Global M&A Morgan Stanley mengatakan pelaku pasar kini lebih menerima volatilitas yang terjadi di pasar dibanding menunggu kondisi menjadi stabil. “Orang-orang menerima volatilitas dan tetap berinvestasi di tengah kondisi tersebut dibanding menunggu sampai semuanya berakhir,” ujar Miles. Laju transaksi pada semester pertama tahun ini memberikan dasar yang kuat bagi aktivitas M&A hingga sisa tahun 2026. Lonjakan nilai transaksi turut diikuti meningkatnya jumlah transaksi bernilai jumbo pada semester pertama 2026. Berdasarkan data Bloomberg, perusahaan-perusahaan global menyepakati 38 transaksi dengan nilai minimal US$ 10 miliar dalam enam bulan pertama tahun ini. Jumlah tersebut menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah untuk periode setengah tahun. Rekor ini juga melampaui capaian sebelumnya yang tercatat pada paruh kedua 2025. Beberapa transaksi bernilai besar yang diumumkan antara lain penawaran NextEra Energy Inc senilai US$ 67 miliar untuk Dominion Energy Inc. Apabila terealisasi, transaksi tersebut akan menciptakan salah satu perusahaan energi terbesar di Amerika Serikat. Di sektor properti, AvalonBay Communities Inc dan Equity Residential mengusulkan penggabungan usaha yang akan menghasilkan perusahaan dengan nilai pasar gabungan lebih dari US$ 50 miliar. Sementara itu, Unilever Plc berencana menjual divisi makanan miliknya kepada McCormick & Co dengan nilai sekitar US$ 45 miliar. Charles Bouckaert, Kepala Global M&A JPMorgan Chase & Co mengatakan transaksi bernilai besar dan kompleks menjadi bagian yang menonjol di pasar saat ini. “Transaksi yang lebih besar, lebih dikenal publik, dan lebih kompleks menjadi bagian yang sangat besar dari pasar, yang sebenarnya cukup tidak biasa,” katanya. Baca Juga: Rusia Gempur Kyiv, 10 Tewas dan Puluhan Terluka dalam Serangan Balasan
Transaksi Merger dan Akuisisi Global Tembus US$ 2,6 Miliar, Naik 30% di Semester I
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Nilai transaksi merger dan akuisisi (M&A) global mencapai US$ 2,6 triliun pada semester pertama 2026. Mengutip Bloomberg, Kamis (2/7/2026), angka tersebut meningkat sekitar 30% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan tersebut terjadi di tengah perang, kecemasan terhadap kondisi ekonomi, dan ketidakpastian politik yang masih berlangsung di berbagai belahan dunia. Sejumlah perusahaan dari berbagai sektor menjalankan transaksi sepanjang enam bulan pertama tahun ini, mulai dari produk makanan hingga jaringan listrik. Aktivitas tersebut membuat pasar M&A global berada pada jalur yang berpotensi mencetak rekor sepanjang 2026. Baca Juga: AS-Iran Akhiri Perundingan Doha, Belum Ada Terobosan Damai Permanen Tom Miles, Wakil Kepala Global M&A Morgan Stanley mengatakan pelaku pasar kini lebih menerima volatilitas yang terjadi di pasar dibanding menunggu kondisi menjadi stabil. “Orang-orang menerima volatilitas dan tetap berinvestasi di tengah kondisi tersebut dibanding menunggu sampai semuanya berakhir,” ujar Miles. Laju transaksi pada semester pertama tahun ini memberikan dasar yang kuat bagi aktivitas M&A hingga sisa tahun 2026. Lonjakan nilai transaksi turut diikuti meningkatnya jumlah transaksi bernilai jumbo pada semester pertama 2026. Berdasarkan data Bloomberg, perusahaan-perusahaan global menyepakati 38 transaksi dengan nilai minimal US$ 10 miliar dalam enam bulan pertama tahun ini. Jumlah tersebut menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah untuk periode setengah tahun. Rekor ini juga melampaui capaian sebelumnya yang tercatat pada paruh kedua 2025. Beberapa transaksi bernilai besar yang diumumkan antara lain penawaran NextEra Energy Inc senilai US$ 67 miliar untuk Dominion Energy Inc. Apabila terealisasi, transaksi tersebut akan menciptakan salah satu perusahaan energi terbesar di Amerika Serikat. Di sektor properti, AvalonBay Communities Inc dan Equity Residential mengusulkan penggabungan usaha yang akan menghasilkan perusahaan dengan nilai pasar gabungan lebih dari US$ 50 miliar. Sementara itu, Unilever Plc berencana menjual divisi makanan miliknya kepada McCormick & Co dengan nilai sekitar US$ 45 miliar. Charles Bouckaert, Kepala Global M&A JPMorgan Chase & Co mengatakan transaksi bernilai besar dan kompleks menjadi bagian yang menonjol di pasar saat ini. “Transaksi yang lebih besar, lebih dikenal publik, dan lebih kompleks menjadi bagian yang sangat besar dari pasar, yang sebenarnya cukup tidak biasa,” katanya. Baca Juga: Rusia Gempur Kyiv, 10 Tewas dan Puluhan Terluka dalam Serangan Balasan
TAG: