Transaksi myBCA Melonjak 45% di Kuartal I-2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Central Asia Tbk (BCA) terus memperkuat layanan mobile banking di tengah meningkatnya adopsi transaksi digital masyarakat. BCA mengandalkan dua aplikasi utama, yakni BCA mobile dan myBCA, untuk menjangkau beragam kebutuhan transaksi nasabah.

BCA mencatat, transaksi digital kini telah berkontribusi hingga 99,8% dari seluruh transaksi yang diproses BCA. Adapun mobile banking menjadi salah satu kontributor terbesar dari sisi frekuensi transaksi.

Pada kuartal I-2026, frekuensi transaksi myBCA tercatat tumbuh 45% secara tahunan (YoY). Dalam empat tahun terakhir, frekuensi transaksi myBCA bahkan telah meningkat hingga 30 kali lipat.


Dari sisi nilai transaksi, myBCA mencatat pertumbuhan 47% YoY atau meningkat 17 kali lipat dalam empat tahun terakhir. Sementara jumlah pengguna aplikasi myBCA naik 57% YoY atau melonjak 26 kali lipat dibandingkan empat tahun lalu.

Baca Juga: Transaksi Bale by BTN Melonjak 87% hingga April 2026, User Tembus 4,1 Juta

Executive Vice President Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn mengatakan, kedua aplikasi tersebut menjadi lini terdepan solusi mobile banking BCA dan akan terus dikembangkan mengikuti tren digital serta gaya hidup masyarakat.

“myBCA dan BCA mobile hadir untuk memenuhi beragam kebutuhan transaksi dan jenis nasabah, dan akan terus dikembangkan sesuai dengan gaya hidup serta tren digital,” ujar Hera kepada Kontan, Jumat (29/5).

Selain tersedia dalam versi aplikasi mobile, platform myBCA juga telah hadir dalam versi website untuk melengkapi layanan digital perseroan.

Melalui myBCA, BCA menghadirkan layanan finansial terintegrasi yang memungkinkan nasabah melakukan berbagai aktivitas keuangan dalam satu aplikasi.

Fitur yang tersedia antara lain transfer, pembayaran QRIS, pembayaran tagihan melalui fitur Bayar dan Isi Ulang, layanan cardless, hingga pembelian tiket dan voucher belanja melalui fitur Lifestyle.

“Aplikasi myBCA dirancang untuk menawarkan user experience yang intuitif, cepat, dan andal, dilengkapi fitur yang membantu nasabah mengelola keuangan,” kata Hera.

Baca Juga: Tok! LPS Tahan Tingkat Bunga Penjaminan Sebesar 3,50% hingga September 2026

BCA juga terus menambah fitur baru pada aplikasi tersebut. Terbaru, perseroan menghadirkan layanan myBCA di smartwatch berbasis WearOS dan Apple Watch, QRIS Tap via NFC Pay, myBCA Keyboard, Poket Valas, Poket Rupiah, hingga fitur Layanan Cabang untuk pemesanan banknotes dan transaksi cabang lainnya.

Untuk menopang peningkatan transaksi digital, BCA terus memperkuat infrastruktur teknologi informasi, melakukan modernisasi sistem, serta meningkatkan ketahanan siber dan pengelolaan data.

“Seluruh upaya ini berfokus pada peningkatan kenyamanan dan keamanan nasabah dalam bertransaksi,” ujar Hera.

Peningkatan aktivitas mobile banking tersebut turut memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan dana murah atau current account saving account (CASA) BCA.

Per Maret 2026, CASA BCA tercatat mencapai Rp1.089 triliun atau tumbuh 11,2% YoY. Adapun porsi CASA mendominasi sekitar 85,2% dari total dana pihak ketiga (DPK) BCA.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News