Transaksi Non Tunai di Luar Negeri Memang Lebih Hemat, Namun Waspada Risikonya



MOMSMONEY.ID - Tak sedikit orang yang mengeluhkan soal biaya tukar mata uang yang tinggi sehingga membuat nilainya semakin tertekan. Alhasil, banyak yang lebih senang transaksi menggunakan nontunai.

Menurut Shierly, Perencana Keuangan Finansialku, memang, di negara-negara maju, akan jauh lebih nyaman menggunakan transaksi nontunai. Karena, negara-negara maju juga sedang tren cashless, ungkap dia.

Di samping itu, kelebihan dari transaksi nontunai, nilai kursnya lebih baik. Pasalnya, dengan transaksi nontunai, kurs yang digunakan adalah e-rate. Sementara tukar uang tunai, menggunakan kurs bank note atau counter.


Baca Juga: Tips Mengelola Keuangan Jelang Lebaran ala Mantan TKI yang Masuk Daftar Forbes

Meski begitu, ada kelemahan yang perlu diwaspadai saat melakukan transaksi nontunai. Pertama, risiko keamanan. Shierly menyebutkan, perlu lebih berhati-hati ketika transaksi. Pasang PIN ganda, jangan meninggalkan informasi penting sembarangan, tegasnya.

Kedua, ada biaya administrasi bank dan bunga jika membayar dengan mencicil tagihan kartu kredit. Ketiga, umumnya, belanja menjadi lebih sulit dikontrol. Kalau uang tunai, lebih kelihatan kalau sudah habis, kata Shierly.

Karena itu, Shierly mengimbau, untuk tetap membawa uang tunai, tetapi jumlahnya secukupnya saja. Kemudian, untuk melengkapi pembayaran di negara tujuan, bawa kartu kredit dan kartu debit berlogo Master, Visa, atau JCB sesuai destinasi negara yang Anda kunjungi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Francisca bertha