Transaksi PUAB KB Bank (BBKP) Tumbuh Double Digit, Likuiditas Tetap Terjaga



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Aktivitas pasar uang antarbank (PUAB) masih cukup aktif sepanjang 2026. Kondisi tersebut turut tercermin dari transaksi PUAB PT Bank KB Indonesia Tbk atau KB Bank yang mencatat pertumbuhan double digit secara tahunan sepanjang Januari-Agustus 2026.

Direktur Utama KB Bank Kunardy Darma Lie mengatakan, aktivitas PUAB terutama mencerminkan kebutuhan bank untuk melakukan redistribusi likuiditas dan memenuhi kebutuhan pendanaan jangka pendek di tengah perbedaan posisi likuiditas antarbank.

"Pasar Uang Antar Bank (PUAB) sepanjang 2026 masih cukup aktif. Aktivitas tersebut terutama mencerminkan kebutuhan bank untuk melakukan redistribusi likuiditas dan memenuhi kebutuhan pendanaan jangka pendek, seiring adanya perbedaan posisi likuiditas antarbank," ujar Kunardy kepada Kontan, Selasa (8/9/2026).


Baca Juga: BCA (BBCA) Pastikan Likuiditas Tetap Aman di Tengah Gejolak Suku Bunga PUAB

Menurut dia, salah satu faktor yang mendorong aktivitas PUAB adalah pertumbuhan kredit perbankan yang relatif kuat, sementara pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) lebih moderat. Kondisi tersebut membuat persaingan untuk memperoleh sumber pendanaan semakin meningkat.

Selain volume transaksi, perkembangan spread suku bunga PUAB terhadap IndONIA juga menjadi indikator yang perlu diperhatikan dalam melihat dinamika likuiditas dan kondisi pendanaan jangka pendek di pasar.

Berdasarkan data Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), rata-rata harian PUAB Rupiah pada April 2026 mencapai Rp21,8 triliun, naik tipis dari Rp21,5 triliun pada bulan sebelumnya.

Sementara itu, transaksi PUAB di KB Bank sepanjang Januari-Agustus 2026 mencatat pertumbuhan positif, dengan volume transaksi tumbuh double digit secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kunardy mengatakan, peningkatan tersebut menunjukkan PUAB masih menjadi salah satu instrumen penting bagi KB Bank dalam mengelola dan memenuhi kebutuhan likuiditas jangka pendek secara prudent.

Meski aktivitas PUAB meningkat, Kunardy memastikan kondisi likuiditas perbankan secara umum masih relatif terjaga. Bagi KB Bank, buffer likuiditas perseroan juga masih cukup kuat untuk mengantisipasi kebutuhan dana jangka pendek.

Baca Juga: Nasabah High Net Worth BCA Capai 26.000, Wealth Management Sasar Semua Segmen

"Secara umum, kondisi likuiditas perbankan masih relatif terjaga. Bagi KB Bank, buffer likuiditas juga masih cukup kuat untuk mengantisipasi kebutuhan dana jangka pendek," katanya.

Untuk menjaga fleksibilitas likuiditas, KB Bank menggunakan kombinasi berbagai sumber pendanaan dan instrumen pasar uang maupun surat berharga. Dengan strategi tersebut, kebutuhan likuiditas dapat dipenuhi secara prudent dan efisien.

Di sisi lain, dukungan kebijakan Bank Indonesia melalui Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) dinilai memberikan tambahan ruang bagi perbankan dalam mengelola likuiditas.

Terkait suku bunga PUAB, Kunardy mengatakan, pergerakannya dalam beberapa periode terakhir mencerminkan kondisi likuiditas dan kebutuhan pendanaan jangka pendek di pasar. Ketika kondisi likuiditas lebih ketat, suku bunga PUAB cenderung mengalami tekanan.

Ke depan, pergerakan suku bunga PUAB akan bergantung pada kondisi likuiditas pasar, kebutuhan pendanaan perbankan, serta arah kebijakan moneter Bank Indonesia. Dengan dukungan likuiditas melalui KLM, tekanan terhadap suku bunga pasar uang diharapkan dapat lebih terjaga.

Di tengah potensi pengetatan likuiditas, KB Bank akan memperkuat sumber pendanaan yang stabil atau stable funding. Strategi tersebut tetap mempertimbangkan biaya dana alias Cost of Fund (CoF) agar berada pada level yang optimal.

"Ke depan, perseroan akan tetap berfokus pada penguatan stable funding dengan mempertimbangkan biaya dana (Cost of Fund/CoF) yang optimal," ujar Kunardy.

Baca Juga: BCA Ungkap Tren Investasi Nasabah, Obligasi dan Pasar Uang Paling Diminati

Menurut dia, strategi tersebut dilakukan untuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan likuiditas, efisiensi biaya pendanaan, dan keberlanjutan pertumbuhan bisnis.

KB Bank juga akan terus menyesuaikan tingkat suku bunga dengan perkembangan kondisi dan suku bunga pasar. Selain itu, perseroan mengembangkan berbagai produk dan program untuk meningkatkan incoming fund dengan biaya pendanaan yang lebih kompetitif.

Langkah tersebut dibarengi dengan upaya menjaga posisi likuiditas pada tingkat optimal sesuai kebutuhan bisnis dan prinsip kehati-hatian.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News