Transaksi QRIS Antarnegara Tembus Rp7,63 Triliun hingga Juli 2026



KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) Antarnegara terus berkembang seiring dengan meluasnya konektivitas sistem pembayaran Indonesia dengan negara mitra. Hingga Juli 2026, transaksi QRIS Antarnegara mencapai 25,67 juta transaksi dengan nilai total Rp7,63 triliun.

Dari total tersebut, transaksi pengguna negara mitra di Indonesia mencapai 21 juta transaksi dengan nilai Rp5,90 triliun. Sementara itu, transaksi pengguna Indonesia di negara mitra tercatat sebanyak 4,67 juta transaksi dengan nilai Rp1,73 triliun.

Dengan demikian, nilai transaksi pengguna negara mitra di Indonesia lebih tinggi sekitar Rp4,17 triliun dibandingkan transaksi pengguna Indonesia di negara mitra.


Baca Juga: Sinar Mas Multiartha Ambil 19.868 Saham Seri A Summit Oto Finance Rp9,934 Miliar

Deputi Gubernur BI Filianingsih Hendarta mengatakan, perkembangan tersebut menunjukkan semakin luasnya pemanfaatan QRIS untuk transaksi lintas negara, terutama untuk mendukung aktivitas pariwisata dan perdagangan. Konektivitas tersebut juga berpotensi mendukung penerimaan devisa dari wisatawan mancanegara.

"Saat ini, QRIS Antarnegara telah terkoneksi dengan Thailand, Malaysia, Singapura, Jepang, Korea Selatan, dan China," ungkap Filianingsih dalam siaran pers, Selasa (22/9).

Melalui konektivitas tersebut, masyarakat Indonesia dapat menggunakan aplikasi pembayaran yang sudah familiar untuk bertransaksi di negara mitra. Sebaliknya, wisatawan mancanegara dapat menggunakan aplikasi pembayaran dari negara asalnya untuk bertransaksi di merchant QRIS di Indonesia.

Perluasan QRIS Antarnegara juga didukung oleh perkembangan ekosistem QRIS domestik. Hingga Juli 2026, QRIS telah menjangkau 45,46 juta merchant, dengan 96,69% di antaranya merupakan UMKM.

Kondisi tersebut membuka peluang lebih besar bagi pelaku UMKM Indonesia untuk melayani wisatawan mancanegara tanpa harus membangun sistem pembayaran baru.

QRIS Antarnegara dikembangkan Bank Indonesia (BI) melalui kolaborasi dengan otoritas dan industri sistem pembayaran di negara mitra. Pengembangan dilakukan dengan memanfaatkan infrastruktur pembayaran domestik masing-masing negara.

Dengan pendekatan tersebut, sistem pembayaran yang berbeda dapat saling terhubung tanpa mengharuskan masing-masing negara menggunakan sistem yang sama.

Lebih lanjut Filianingsih mengatakan, interoperabilitas pembayaran lintas negara membutuhkan kesamaan tujuan, kepercayaan, standar yang disepakati serta komitmen untuk menghubungkan sistem yang telah dimiliki masing-masing negara.

“Dengan menghubungkan sistem, kita menghubungkan masyarakat dan membuka peluang melampaui batas negara,” kata Filianingsih.

Perkembangan QRIS Antarnegara tersebut turut mendapatkan pengakuan global. Indonesia melalui inovasi QRIS Antarnegara meraih 50-in-5 Awards 2026 kategori Kolaborasi yang diselenggarakan Digital Public Goods Alliance (DPGA) dan Co-Develop.

Penghargaan tersebut diberikan atas keberhasilan Indonesia bersama negara mitra dalam membangun konektivitas pembayaran digital lintas negara yang interoperabel dan inklusif.

Penghargaan diserahkan oleh Chief Investment Officer Co-Develop Lindsey Crumbaugh kepada Filianingsih yang mewakili Indonesia dalam rangkaian 50-in-5 Milestone Event pada Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa ke-81 atau UNGA 81 di New York, Amerika Serikat, pada 21 September 2026.

Adapun 50-in-5 merupakan kampanye advokasi global yang bertujuan mendukung 50 negara dalam merancang, meluncurkan dan memperluas komponen infrastruktur publik digital yang aman, inklusif dan interoperabel sebelum 2028.

Ke depan, BI akan terus memperluas konektivitas QRIS Antarnegara dengan negara-negara mitra potensial, terutama negara yang memiliki hubungan ekonomi, perdagangan, pariwisata dan mobilitas masyarakat yang kuat dengan Indonesia.

BI juga akan menggunakan pengalaman dari kerja sama yang telah berjalan sebagai fondasi untuk memperluas konektivitas, dengan tetap menyesuaikan implementasi terhadap karakteristik masing-masing negara mitra.

Baca Juga: Asuransi Dwiguna Tetap Jadi Penopang Utama Asuransi Jiwa Saat Pasar Modal Tertekan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News