Transaksi QRIS BCA Capai Rp 165 Triliun pada Kuartal I-2026



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mencatat pertumbuhan transaksi QRIS yang kuat sepanjang kuartal I-2026. Peningkatan tersebut sejalan dengan semakin tingginya adopsi transaksi digital oleh masyarakat.

EVP Corporate Communication BCA Hera F. Haryn mengungkapkan, hingga Maret 2026 total volume transaksi QRIS yang diproses sistem BCA tumbuh 90% secara tahunan (year on year/yoy).

Sementara itu, dari sisi nominal, nilai transaksi QRIS BCA mencapai Rp 165 triliun atau meningkat 78% yoy dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.


Baca Juga: Portofolio Jamkrida Sumbar Masih Didominasi Penjaminan Kredit dan Pembiayaan

“QRIS BCA telah mendukung kebutuhan nasabah, mulai dari transaksi ritel harian, mobilitas transportasi, konsumsi, hingga pembayaran di sektor pariwisata dan gaya hidup,” ujar Hera kepada Kontan, akhir pekan lalu.

Ia menjelaskan, pertumbuhan transaksi tersebut turut didorong oleh berbagai pengembangan layanan digital yang dilakukan bank. Salah satunya melalui implementasi QRIS Cross Border.

Saat ini, layanan QRIS Cross Border BCA sudah dapat digunakan di sejumlah negara seperti Thailand, Malaysia, Singapura, Jepang, Korea Selatan, dan China. Bank juga tengah mengembangkan agar layanan tersebut dapat diterima di lebih banyak negara.

Baca Juga: Dana Murah Capai Rp 1.000 Triliun, Biaya Dana BRI Turun Jadi 2,3% pada Kuartal I-2026

Hera memastikan pihaknya bakal terus memperluas dan mengembangkan layanan digital guna memenuhi kebutuhan transaksi nasabah yang terus berkembang.

“BCA terus mengembangkan kapabilitas digital dengan mengutamakan kenyamanan, keamanan, serta aksesibilitas,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News